TANGERANG — Kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan memaksa puluhan penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta tertunda. Asisten Wakil Komunikasi dan Hukum Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menyebut jarak pandang di sejumlah bandara tujuan merosot tajam hingga di bawah ambang batas keselamatan penerbangan.
Data operasional menunjukkan 30 penerbangan terdampak sepanjang dua hari terakhir. Pada Minggu (13/9/2026), tercatat 22 penerbangan dibatalkan. Sehari berselang, delapan penerbangan kembali mengalami keterlambatan hingga pukul 16.00 WIB.
General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, membenarkan pembatalan 22 penerbangan rute Soekarno-Hatta–Kalimantan pada Minggu (13/9/2026). Penyebabnya kabut asap yang menyelimuti tiga bandara di Kalimantan.
Ketiga bandara itu adalah Supadio Pontianak, Tjilik Riwut Palangkaraya, dan H Asan Sampit. "Berdasarkan data operasional hingga pukul 18.15 WIB, tercatat 26 penerbangan terdampak, terdiri dari 22 penerbangan dibatalkan, dua penerbangan mengalami keterlambatan," ujar Heru.
Yudistiawan menambahkan, kondisi udara di atas Pulau Kalimantan saat ini tertutup kabut asap imbas karhutla. Jarak pandang di ketiga bandara tersebut berada di bawah batas minimum penerbangan.
Bandara Soekarno-Hatta mengaktifkan prosedur Service Recovery Activation (SRA) untuk menangani penumpang yang tertahan. Bantuan logistik diberikan langsung di area ruang tunggu.
"Kami memahami kondisi ini berdampak pada perjalanan para penumpang," ucap Yudistiawan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan terkait.
Penanganan penumpang mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan selama proses menunggu penerbangan. Manajemen memastikan operasional bandara secara keseluruhan tetap berjalan lancar.
"Yang lain tidak ada kendala apapun dan berjalan baik," kata Heru.
Yudistiawan meminta calon penumpang tujuan Kalimantan memastikan kembali jadwal penerbangannya sebelum berangkat ke bandara. Pemantauan jadwal menjadi kunci agar penumpang tidak terjebak antrean panjang di ruang tunggu.
"Calon penumpang diimbau untuk memantau jadwal penerbangannya sebelum menuju bandara," kata dia.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyediakan layanan pelanggan Contact Center InJourney Airports melalui saluran telepon resmi di nomor 172. Layanan itu bisa dimanfaatkan penumpang untuk mengecek status penerbangan terbaru.
Hingga Senin (14/9/2026) sore, pemantauan situasi operasional masih berlangsung bersama maskapai dan pemangku kepentingan terkait. Belum ada keterangan resmi soal perkiraan kapan kabut asap di Kalimantan surut.