KALIMANTAN BARAT — Teaser bertajuk "Go for launch" diunggah Tesla melalui akun resminya pada Jumat lalu. Gambar tersebut menampilkan Roadster berwarna merah disorot cahaya vertikal terang, menyerupai posisi di landasan peluncuran roket, dengan angka "10.01" tercetak di bagian bawah.
Halaman resmi Roadster di situs Tesla juga menampilkan hitung mundur menuju tanggal yang sama. Tesla belum mengungkap lokasi acara maupun apakah peluncuran akan disiarkan langsung. Tanggal 1 Oktober jatuh pada hari Kamis.
Pesan visual dalam teaser mengarah pada kemampuan hover yang sudah lama digadang-gadang Tesla. Roadster disebut akan debut dengan seperangkat thruster cold gas hasil pengembangan SpaceX yang memungkinkan mobil terangkat dari permukaan tanah.
Rencana demonstrasi "terbang" ini sudah disinggung perusahaan sejak 2018. Namun menurut laporan The Information pada Agustus, skala demo telah dipangkas dari versi awal yang ambisius — meluncur di ramp bermagnet, mengemudi terbalik, menegakkan diri, hingga hover — menjadi sekadar hover.
Mobil akan terangkat tanpa pengemudi di dalamnya dan dioperasikan dari jarak jauh. Penonton pun disebut akan ditempatkan beberapa ratus meter dari lokasi karena thruster menghasilkan suara yang cukup keras untuk merusak pendengaran.
Saat pertama kali diperkenalkan sebagai prototipe pada November 2017, Tesla mematok sejumlah klaim performa untuk Roadster:
Janji produksi 2020 tidak terealisasi. Tesla setidaknya delapan kali menggeser target waktu sejak saat itu: ke 2022, lalu 2023, 2024, dan "2025-2026". Dalam rapat pemegang saham November lalu, Elon Musk menyatakan produksi baru akan dimulai "2027 atau 2028", sekaligus menyebut kemungkinan demo pada 1 April dengan candaan bahwa ia punya "deniability karena bisa bilang hanya bercanda".
Tanggal April tersebut berlalu tanpa kabar. Begitu pula jadwal akhir April, "mungkin dalam sebulan", dan demo Agustus yang kemudian mundur ke musim panas ini. Kini semuanya mengarah ke Oktober.
Konsumen yang sudah menyetor uang muka pada 2017 belum menerima kendaraan mereka. Reservasi saat itu dibanderol 50.000 dolar AS untuk model standar dan 250.000 dolar AS untuk Founders Series.
Beberapa nama besar dilaporkan membatalkan pesanan mereka, termasuk YouTuber teknologi Marques Brownlee dan CEO OpenAI Sam Altman.
Mobil yang akan ditampilkan Tesla pada 1 Oktober nanti bukan versi produksi yang bisa dikendarai di jalan umum. Unit tersebut kemungkinan tidak akan lolos homologasi jalan raya dan dibanderol ratusan ribu dolar atau lebih.
Tesla disebut tengah membahas penjualan model ini kepada sejumlah kecil penggemar berat melalui program sirkuit bergaya Ferrari. Artinya, Roadster yang dipamerkan lebih mendekati demonstrasi teknologi ketimbang kendaraan yang bisa dipesan konsumen biasa.
Pengumuman ini muncul di tengah upaya Tesla menghadirkan kembali produk-produk yang pertama kali diperkenalkan bertahun-tahun lalu. Sepanjang September, perusahaan melakukan peluncuran ulang untuk Roadster, Semi, dan robotaxi.
Langkah tersebut dibaca sebagai upaya menjaga narasi menjelang perkiraan pemungutan suara pemegang saham terkait merger. Demonstrasi bertema roket di akhir bulan yang bertepatan dengan periode penguatan harga saham dinilai sejalan dengan pola komunikasi perusahaan.
Bagi calon pembeli di Indonesia, Roadster tidak masuk dalam lini produk Tesla yang dipasarkan secara resmi di pasar lokal. Model yang tersedia di Indonesia saat ini terbatas pada Model 3 dan Model Y, itu pun melalui importir umum, bukan jaringan distribusi resmi Tesla.