KALIMANTAN BARAT — Jeremy Thomas, salah satu produser film independen paling berpengaruh di Inggris selama 50 tahun terakhir, meninggal dunia pada Jumat (11/9) waktu setempat. Keluarganya mengumumkan kabar tersebut melalui pernyataan resmi pada Sabtu.
"Jeremy Thomas, produser Inggris ternama di balik The Last Emperor dan lebih dari 40 film lainnya, telah meninggal dunia pada usia 77 tahun," demikian bunyi pernyataan keluarga. "Thomas berpulang dengan tenang di rumah pedesaannya di Oxfordshire pada Jumat malam, 11 September, dikelilingi keluarga dan orang-orang terkasih."
Sepanjang kariernya, Thomas mengantongi lebih dari 80 kredit produksi. Namanya melekat pada karya-karya sutradara kelas dunia, dari Nagisa Oshima hingga David Cronenberg.
Thomas lahir 26 Juli 1949 di keluarga pembuat film. Ayahnya menyutradarai lebih dari 40 film, termasuk The 39 Steps dan sejumlah judul dalam franchise komedi Doctor. Pamannya, Gerald Thomas, dikenal lewat seri Carry On.
Ia mulai masuk industri film lewat berbagai pekerjaan, kemudian beralih ke editing dengan kredit asisten editor di The Harder They Come dan The Golden Voyage of Sinbad. Pada 1974, ia banting setir jadi produser lewat Mad Dog Morgan yang dibintangi Dennis Hopper dan digarap di Australia.
Tidak lama setelah itu, Thomas mendirikan rumah produksi independen Recorded Picture Company (RPC) di London. Proyek pertamanya, The Shout garapan Jerzy Skolimowski, memenangi Grand Prix de Jury di Cannes 1978. Pada 1998, ia mendirikan HanWay Films bersama Peter Watson dan Stephan Mallmann.
Karya-karya awal yang menonjol antara lain Merry Christmas Mr. Lawrence (1983) arahan Nagisa Oshima dengan David Bowie sebagai tawanan perang, Bad Timing dan Eureka dari Nicolas Roeg, serta The Hit garapan Stephen Frears.
Puncak karier Thomas adalah The Last Emperor, epik garapan Bernardo Bertolucci yang pembuatannya memakan waktu tiga tahun dan dibiayai secara independen. Film itu meraih sembilan Oscar pada 1987 dan sukses secara komersial.
Kerja sama dengan Bertolucci berlanjut lewat The Sheltering Sky (1990), Little Buddha (1992), Stealing Beauty (1996), dan The Dreamers (2003).
Salah satu produksinya yang paling banyak dibicarakan adalah Crash (1996), adaptasi novel J.G. Ballard garapan David Cronenberg. Film ini memicu kontroversi saat tayang perdana di Cannes 1996 dan terjerat pertarungan sensor di sejumlah negara.
Sebagai langganan Cannes, Thomas juga menjadi subjek dokumenter The Storms Of Jeremy Thomas garapan Mark Cousins, yang mengikuti perjalanan tahunannya ke festival tersebut.
Thomas tetap bekerja hingga akhir hayatnya. Film terbarunya bersama Takeshi Miike, Bad Lieutenant: Tokyo, tayang perdana di Toronto pada Senin (14/9) sebagai Special Presentation. Proyek lain, Becoming Capa, masih dalam tahap pascaproduksi.
Pekan lalu di Venice Film Festival, Werner Herzog memberi kredit kepada Thomas sebagai pencetus ide casting Kate dan Rooney Mara sebagai dua saudari yang berakting dan berbicara sebagai satu kesatuan dalam Bucking Fastard. Ide itu membuat proyek yang tertunda 40 tahun akhirnya bisa jalan.
Dalam pernyataan resminya, keluarga menyebut Thomas sebagai pekerja yang berbasis di London namun berpikiran internasional. Ia bekerja dengan sutradara dari Jepang, Italia, Jerman, Amerika Serikat, Kanada, Polandia, hingga Australia.
European Film Academy menganugerahinya Outstanding European Achievement in World Cinema pada 2006. Daftar sutradara yang pernah bekerja dengannya mencakup Bernardo Bertolucci, David Cronenberg, Matteo Garrone, Jerzy Skolimowski, Nagisa Oshima, Richard Linklater, Bob Rafelson, Jim Jarmusch, Takeshi Miike, dan Terry Gilliam.
Thomas juga berperan besar dalam membesarkan karier awal sejumlah sutradara Inggris, dari Jonathan Glazer, Stephen Frears, Julien Temple, Ben Wheatley, hingga David Mackenzie.
Kepergian Thomas menutup satu babak penting dalam ekosistem film independen Eropa, di mana ia dikenal sebagai sosok yang berani membiayai karya auteur saat studio besar menolaknya.