KALIMANTAN BARAT — Praktisi bisnis lingkungan Saprian, yang dikenal sebagai Bang Sap, menjelaskan hal ini lewat akun Instagram @abangsap. Menurutnya, abu vulkanik bukan sekadar debu pengotor.
Abu vulkanik membawa silika, besi, magnesium, kalium, hingga belerang. Semua mineral itu dibutuhkan tanaman untuk tumbuh. Petani justru menunggu material seperti ini sebagai pupuk alami.
"Ini namanya blessing in disguise. Abu vulkanik itu bukan cuma debu yang kotor. Isinya silika, besi, magnesium, kalium, belerang; mineral yang justru ditunggu-tunggu oleh para petani buat dapetin pupuk alami secara gratis," ujar Bang Sap, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Tanah tidak langsung subur begitu abu menyentuh permukaan. Butuh waktu bagi mineral terurai dan bercampur dengan lapisan tanah. Pelapukan alami oleh hujan dan mikroorganisme mempercepat proses ini.
Dalam jangka panjang, endapan vulkanik meninggalkan tanah yang lebih gembur dan kaya unsur hara. Wilayah di sekitar gunung berapi umumnya dikenal sebagai lahan pertanian produktif karena alasan ini.
Abu yang jatuh ke perairan Selat Sunda juga membawa nutrisi bagi laut. Mineral seperti besi dan silika merangsang pertumbuhan fitoplankton, dasar rantai makanan di ekosistem laut.
Fenomena ini pernah tercatat di berbagai wilayah vulkanik dunia. Ketika nutrisi masuk ke laut, populasi plankton meningkat dan berdampak pada kehidupan ikan di sekitarnya.
Dampak negatif abu vulkanik memang langsung terasa. Bandara tutup, penerbangan batal, perekonomian ikut terganggu. Abu juga berisiko bagi kesehatan pernapasan, terutama anak-anak dan lansia.
"Jangan melihat abu vulkanik hanya sebagai bencana dan memberi efek negatif aja. Kita tahunya abu vulkanik itu cuma bikin rugi: bandara tutup, ratusan penerbangan batal, perekonomian pun ikut kena imbas. Padahal, abu yang sama juga lagi diam-diam nyuburin laut di Selat Sunda," kata Bang Sap.
Meski membawa manfaat jangka panjang, abu vulkanik tetap berbahaya saat terhirup. Gunakan masker saat berada di luar rumah, terutama bagi ibu hamil dan anak kecil. Tutup jendela dan bersihkan permukaan rumah secara rutin.
Simpan air bersih dalam wadah tertutup agar tidak terkontaminasi abu. Bila muncul keluhan sesak napas atau iritasi mata, segera cari bantuan medis.
Abu vulkanik membawa dua sisi sekaligus: gangguan yang dirasakan saat ini dan kesuburan yang tertinggal di kemudian hari. Menjaga kesehatan keluarga tetap jadi prioritas utama saat abu masih beterbangan.