KALIMANTAN BARAT — Instacart menjadi aplikasi terbaru yang mengintegrasikan asisten AI percakapan ke dalam platformnya. Clementine dirancang untuk membantu pengguna memutuskan menu makan malam, menyederhanakan proses belanja, dan tetap berada dalam anggaran.
Pengguna dapat mengajukan pertanyaan seperti "Saya butuh bekal anak-anak yang hemat untuk seminggu" atau "makan malam mudah tinggi protein untuk dua orang". Sistem kemudian akan menyusun keranjang belanja yang sesuai dengan permintaan tersebut.
Clementine juga bisa menghasilkan resep personal atau menampilkan resep dari penerbit terpercaya. Rekomendasi yang diberikan disesuaikan dengan preferensi masing-masing rumah tangga, termasuk kebutuhan diet seperti bebas gluten, vegetarian, bebas kacang, atau organik.
Salah satu keunggulan Clementine adalah kemampuannya memproses foto daftar belanja tulisan tangan atau tangkapan layar daftar digital. Pengguna cukup mengunggah gambar, dan asisten AI ini akan mengubahnya menjadi keranjang belanja.
Asisten ini juga menampilkan promo dan penawaran relevan sambil menyarankan alternatif produk dengan harga lebih rendah. Ini membantu pengguna berhemat tanpa harus mengorbankan kebutuhan pokok mereka.
Instacart bukan satu-satunya pemain yang memanfaatkan AI untuk belanja bahan makanan. Uber Eats dan DoorDash juga telah memperkenalkan asisten AI serupa yang mampu mengubah permintaan bahasa alami menjadi keranjang belanja personal.
Langkah ini menandai perubahan posisi aplikasi pengiriman. Mereka tidak lagi sekadar menjadi tempat orang mencari dan membeli bahan makanan, tetapi juga menjadi tempat pengambilan keputusan sebelum pembelian. Platform-platform ini kini bersaing tidak hanya pada kecepatan pengiriman dan variasi produk, tetapi juga pada upaya menjadi alat perencanaan utama bagi rumah tangga.
Chris Rogers, CEO Instacart, menjelaskan filosofi di balik peluncuran ini dalam siaran pers resmi.
"Setiap malam, jutaan keluarga menanyakan pertanyaan yang sama: 'Apa menu makan malam?' Tidak mengetahui jawabannya, apalagi apa yang harus dibeli, adalah salah satu pengalaman manusia yang paling universal, dan ini adalah masalah yang dibangun Instacart untuk menyelesaikannya," kata Rogers.
Ia menambahkan bahwa Instacart telah mempelajari cara keluarga berbelanja dan makan, dan Clementine mewujudkan pengetahuan tersebut ke dalam produk nyata. Tujuan utamanya adalah menjaga pengguna tetap berada di aplikasi mereka untuk perencanaan belanja dan menu, alih-alih berpindah ke chatbot AI populer seperti ChatGPT.