KALIMANTAN BARAT — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) membuka rangkaian acara Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Ke-32 dengan sambutan khas di VIP Lounge Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Senin. Para delegasi dari dua negara tetangga itu tidak hanya disambut dengan penampilan pakaian adat, tetapi juga disuguhi pengalaman singkat mengenai kekayaan budaya dan kuliner Sumatera Utara.
Kedatangan rombongan ini menandai dimulainya pertemuan tahunan yang akan berlangsung di Medan hingga 10 September 2026. Sejumlah menteri dan pejabat tinggi dari tiga negara anggota dijadwalkan membahas percepatan kerja sama ekonomi di kawasan sub-regional.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menyebutkan sejumlah destinasi ikonik bisa dikunjungi para delegasi selama berada di Medan. "Untuk city tour, bisa mengunjungi Istana Maimon, Rumah Tjong A Fie, Masjid Raya, dan Museum Rahmadsyah. Atau bisa juga menikmati suasana kota lama yang disebut Kesawan," ucapnya di Bandara Internasional Kualanamu.
Istana Maimon yang merupakan kediaman Kesultanan Deli menjadi daya tarik utama dengan arsitektur khas Melayu-Islam. Tak jauh dari lokasi tersebut, kawasan Kesawan menyimpan deretan bangunan kolonial Belanda yang masih terawat, menawarkan nuansa kota lama yang berbeda dari hiruk-pikuk pusat perdagangan modern.
Pihaknya turut menjelaskan sosok di balik Rumah Tjong A Fie, yang kini menjadi museum. "Tjong A Fie memiliki peran besar membangun perekonomian serta menjaga kerukunan dan keberagaman budaya di Kota Medan," jelas Basarin. Tjong A Fie dikenal sebagai pengusaha sukses, bankir, filantropis, dan Kapitan Tionghoa asal Guangdong, Tiongkok pada masanya.
Selain berkeliling Kota Medan, para peserta IMT-GT juga direkomendasikan untuk mengunjungi destinasi andalan Sumatera Utara. Danau Toba yang merupakan danau vulkanik terbesar di dunia menjadi prioritas utama yang disebutkan langsung oleh delegasi Malaysia.
Chief Minister of Perlis, Abu Bakar bin Hamzah, memberikan sambutan hangat atas suguhan yang disediakan Pemprov Sumut. "Rasanya tak lengkap kalau sudah sampai ke Sumut tak ke Danau Toba. Plan lainnya, bisa juga ke Berastagi," ujarnya. Abu Bakar juga melihat adanya kesamaan sejumlah kuliner yang disuguhkan dengan makanan tradisional di Malaysia, walau penyebutannya berbeda.
Untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Sumatera Utara, para delegasi disuguhi beragam kue tradisional. Wajik, lemper, puding, hingga jambu biji menjadi hidangan pembuka yang disajikan langsung di ruang tunggu bandara. Langkah ini menjadi pengantar budaya yang efektif sebelum para tamu memulai rangkaian pertemuan resmi.
Sementara itu, delegasi Thailand disambut oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sumut, Ardan Noor Hasibuan, bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Kedatangan rombongan Thailand turut dimeriahkan dengan penampilan pakaian khas daerah Sumatera Utara sebagai bentuk penghormatan.
Basarin juga memberikan informasi terkini kondisi Indonesia dan Sumatera Utara, salah satunya aktivitas sejumlah gunung api yang sedang mengalami erupsi, termasuk Gunung Sinabung di Kabupaten Karo. Informasi ini penting bagi para delegasi yang berencana memperpanjang kunjungan ke wilayah dataran tinggi Berastagi yang berada di sekitar kawasan tersebut.
Pertemuan IMT-GT yang berlangsung selama empat hari ini diharapkan memperkuat posisi Sumatera Utara sebagai gerbang utama perdagangan dan pariwisata di kawasan barat Indonesia. Kunjungan delegasi selama berada di Medan menjadi kesempatan promosi langsung potensi daerah kepada pasar Malaysia dan Thailand.