PONTIANAK — Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak kembali memperpanjang masa kuliah daring di tengah pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kota Pontianak. Rektor Untan, Garuda Wiko, menegaskan kebijakan ini berlaku sampai kualitas udara di ibu kota Kalimantan Barat itu benar-benar pulih.
Garuda Wiko menyampaikan, civitas akademika tetap diimbau menjalankan kegiatan belajar mengajar dari rumah. Pengecualian hanya diberikan untuk kegiatan yang mengharuskan kehadiran fisik di kampus.
“Kegiatan belajar mengajar kita imbau masih secara daring, kecuali yang memang harus, tapi itu pun kita minta untuk gunakan masker dan lain sebagainya. Sejak dua minggu yang lalu kita sudah berlakukan daring,” ujarnya pada Senin (7/9/2027).
Belum ada kepastian kapan perkuliahan tatap muka akan kembali normal. Untan memilih pendekatan adaptif dengan memantau perkembangan indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Kota Pontianak.
“Sampai dengan suasana memungkinkan, sampai kualitas udara sudah membaik,” tambah Garuda Wiko.
Pantauan hari ini menunjukkan kualitas udara di Pontianak masih berada pada level berbahaya. Kondisi ini tak hanya berdampak pada aktivitas kampus, tetapi juga memaksa Pemerintah Kota Pontianak memberlakukan pembelajaran jarak jauh untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Kebijakan serupa sebelumnya juga sempat diterapkan sejumlah daerah di Kalimantan Barat sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan kesehatan saluran pernapasan akibat kabut asap.