BAZNAS Buka Suara soal Buku Islam Ala Prabowo, Pastikan Dana ZIS Muzaki Tak Tersentuh

Penulis: Pandu Wibisono  •  Selasa, 08 September 2026 | 08:36:31 WIB
BAZNAS memastikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak digunakan untuk penerbitan buku Islam Ala Prabowo dalam Rakernas BAZNAS 2025.

KALIMANTAN BARAT — Keterlibatan BAZNAS dalam peluncuran buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BAZNAS 2025 hanyalah bagian dari sinergi kelembagaan. Sodik menegaskan kegiatan itu merupakan kolaborasi BAZNAS dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk pengembangan literasi dan dakwah keagamaan.

“Pertama, pembuatan dan penerbitan buku tersebut sama sekali tidak menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat melalui BAZNAS,” tegas Sodik dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (7/9/2026).

Bukan Karya Tim BAZNAS dan Jauh dari Politik Praktis

Sodik mempertegas bahwa buku tersebut bukan karya yang ditulis ataupun diterbitkan oleh tim BAZNAS. Ia juga membantah anggapan yang mengaitkan kehadiran lembaganya dalam acara peluncuran dengan kepentingan politik praktis.

“Keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan politik praktis,” ujarnya.

Pernyataan ini dinilai penting untuk meluruskan persepsi publik di tengah derasnya sorotan terhadap buku yang mengulas cara Presiden Prabowo Subianto mengamalkan nilai-nilai Islam tersebut.

Menjaga Amanah Muzaki di Tengah Gelombang Klarifikasi Tokoh

Di luar persoalan peluncuran buku, Sodik menekankan prioritas utama lembaganya adalah menjaga kepercayaan para pembayar zakat. Pesan ini ia sampaikan langsung kepada para muzaki dan donatur yang menitipkan dananya melalui BAZNAS.

“Saudara-saudaraku, Bapak dan Ibu para muzaki dan donatur BAZNAS yang kami hormati. Kepercayaan Bapak dan Ibu untuk mempercayakan ZIS melalui BAZNAS adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang senantiasa kami jaga,” ujar Sodik.

Polemik buku Islam Ala Prabowo sendiri mengemuka setelah sejumlah tokoh yang namanya tercantum angkat bicara. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra misalnya, menegaskan bahwa dirinya hanya pernah diwawancarai dan tidak terlibat dalam proses penulisan.

Tokoh lain, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, juga menyatakan tidak pernah mengirimkan tulisan untuk buku tersebut. Padahal, namanya tercantum sebagai penulis salah satu artikel di dalamnya.

Klarifikasi beruntun dari para tokoh dan kini dari BAZNAS menunjukkan persoalan buku ini belum tuntas. Publik masih menanti pernyataan resmi dari pihak penerbit atau inisiator proyek penulisan buku untuk menjawab seluruh tanda tanya yang menggantung.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top