25 Penerbangan di Bandara Supadio Pontianak Batal Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, 4 Lainnya Terdampak Karhutla

Penulis: Ramli Siregar  •  Senin, 07 September 2026 | 19:16:02 WIB
penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak batal akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

PONTIANAK — Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau meluas hingga ke Kalimantan Barat. Hari ini, Senin (7/9/2026), total 25 penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak batal, baik rute keberangkatan maupun kedatangan.

Humas Bandara Supadio, Joko, membenarkan adanya pembatalan tersebut. Ia menyebut keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan ini.

“Untuk hari ini penerbangan yang terdampak akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sebanyak 25 penerbangan, baik yang berangkat maupun yang datang,” ujar Joko.

Empat Penerbangan Lain Terdampak Asap Karhutla

Selain erupsi, maskapai juga harus menghadapi gangguan dari arah lain. Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut memengaruhi jadwal penerbangan di bandara tersebut.

Tercatat, empat penerbangan terdampak kepulan asap karhutla. Rinciannya, dua penerbangan datang dan dua penerbangan berangkat.

Kondisi ini menambah daftar panjang kendala operasional yang harus dihadapi bandara di tengah situasi darurat abu vulkanik.

Koordinasi dengan Maskapai untuk Penyesuaian Jadwal

Pihak pengelola Bandara Supadio tidak tinggal diam. Mereka terus memantau perkembangan kondisi ruang udara secara berkala.

Langkah koordinasi dengan sejumlah maskapai pun dilakukan. Tujuannya untuk menentukan penyesuaian maupun pembatalan jadwal penerbangan selanjutnya.

Keputusan ini diambil semata-mata demi mengutamakan keselamatan para penumpang yang tengah menunggu di bandara.

Penumpang Diminta Hubungi Maskapai

Para calon penumpang yang jadwal penerbangannya terdampak diimbau untuk segera menghubungi maskapai terkait. Informasi mengenai pengubahan jadwal atau pengembalian tiket bisa didapatkan langsung dari maskapai.

Pihak bandara juga akan terus memberikan informasi terbaru melalui kanal resmi mereka seiring perkembangan situasi di lapangan.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: tkppontianak.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top