KALIMANTAN BARAT — Penghargaan ini diberikan untuk mengapresiasi kinerja kepala daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ajang tersebut mencakup beberapa kategori penilaian, antara lain pengelolaan sampah dan lingkungan, akses dan kualitas layanan kesehatan, serta akses penduduk terhadap layanan pendidikan.
Wakil Rektor Bidang Administrasi IPDN, Arief M Edie, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremonial. Ia berharap apresiasi tersebut mampu memacu para kepala daerah untuk terus berinovasi dan bekerja bagi publik.
“Harapan kami Pemda harus terpancing untuk itu ya. Kita berkomitmen sebagai kepala daerah harus bisa menyejahterakan masyarakat, nah itu yang utama. Jangan berpikiran yang lain-lain,” kata Arief usai meninjau venue acara, Kamis (3/9).
Ia menambahkan, setiap pemimpin daerah memiliki kewajiban untuk memberikan timbal balik nyata kepada warganya. “Dia harus memberikan timbal balik, memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya,” ujarnya.
Pembukaan ajang bergengsi ini berlangsung meriah. Ghea Indrawari membawakan lagu legendaris "Kebyar-Kebyar" di hadapan para tamu undangan, diiringi oleh sejumlah penari yang menampilkan Tari Nafas Borneo.
Rektor IPDN, Halilul Khairi, turut hadir dalam acara yang berlangsung di Kalimantan Timur tersebut. Kehadiran para pejabat tinggi IPDN ini menunjukkan keseriusan lembaga dalam menilai dan memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang dinilai berprestasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mendorong percepatan pembangunan di tingkat lokal. Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan terjadi persaingan sehat antarwilayah dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Penilaian yang dilakukan oleh IPDN diharapkan transparan dan akuntabel, sehingga daerah yang menerima penghargaan benar-benar merupakan daerah dengan kinerja terbaik. Ajang ini juga menjadi momentum bagi daerah untuk saling belajar dan berbagi praktik baik dalam tata kelola pemerintahan.