Orangutan Jantan di Ketapang Ditemukan Lemas Akibat Kabut Asap Karhutla, Tim BKSDA dan YIARI Turun Evakuasi

Penulis: Ujang Rahmat  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 18:32:08 WIB
Petugas BKSDA Kalbar dan YIARI mengevakuasi orangutan jantan bernama Sampurna yang ditemukan lemas di area perkebunan sawit di Ketapang.

KETAPANGOrangutan bernama Sampurna pertama kali terlihat warga di area perkebunan sawit sekitar pukul 06.00 WIB. Saat ditemukan, satwa dilindungi ini dalam keadaan tidak sadarkan diri dan lemas.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) langsung menuju lokasi. Proses pengecekan lapangan dan evakuasi berlangsung pada hari yang sama.

453 Titik Panas Terpantau di Kalbar

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat titik panas di Kalbar bertambah 453 titik per Sabtu (29/8). Luasan lahan terbakar mencapai 38.310,39 hektare, sementara titik api berkurang tujuh menjadi total 16 titik.

Kalbar termasuk enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla pemerintah. Kondisi asap di sekitar lokasi penemuan Sampurna masih cukup tebal saat tim tiba, sehingga diduga menjadi penyebab utama satwa ini melemah.

Staf Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I BKSDA Kalbar, Sarbandi, menyebut karhutla turut memaksa satwa berpindah dari habitat aslinya. "Diduga akibat kebakaran hutan dan lahan, orangutan bergeser dari habitatnya dan kemudian berada di area perkebunan," ujarnya.

Paparan Asap Ancam Gangguan Pernapasan Satwa

Dokter hewan YIARI, Komara, menjelaskan paparan asap karhutla selama beberapa hari dapat berdampak serius pada satwa liar. Risiko pencemaran partikel asap bisa memicu gangguan pernapasan dan kekurangan oksigen atau hipoksia.

"Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan Sampurna, termasuk kemungkinan kerusakan atau gangguan pada paru-paru dan organ dalam lainnya," kata Komara.

Sampurna kini menjalani perawatan intensif dalam pengawasan tim medis YIARI. Belum diketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan satwa jantan ini untuk pulih sebelum akhirnya bisa kembali ke habitat yang aman.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: kompas.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top