Dandim 1210/Landak Dampingi Tim Satgas Karhutla Mabes TNI, Perkuat Sinergi Pencegahan Kebakaran Hutan di Kabupaten Landak

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:59:31 WIB
Dandim 1210/Landak mendampingi Tim Satgas Karhutla Mabes TNI dalam sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Aula Bappeda Landak, Jumat (28/8/2026).

LANDak — Komitmen memperkuat sinergi pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Landak kembali digencarkan. Dandim 1210/Landak Letkol Inf. Doni Prasetyo mendampingi Tim Satgas Karhutla Mabes TNI yang dipimpin Brigjen TNI Achmad Fauzi dalam kegiatan penyuluhan dan sosialisasi yang berlangsung di Aula Bappeda setempat, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Landak Heri Adiwijaya yang mewakili Bupati Landak, perwakilan Polres Landak, BPBD, serta jajaran Kodim 1210/Landak. Kehadiran para camat dan kepala desa se-Kabupaten Landak menunjukkan perhatian serius pemerintah daerah terhadap ancaman karhutla yang kerap melanda wilayah tersebut.

Pencegahan Dini Jadi Kunci Utama

Sekda Landak Heri Adiwijaya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Satgas Karhutla Mabes TNI yang memberikan pengetahuan dan penguatan kepada pemerintah daerah serta masyarakat. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan mengutamakan deteksi dini, edukasi masyarakat, pemantauan wilayah rawan, serta kesiapan personel dan peralatan.

Senada dengan itu, Dandim 1210/Landak Letkol Inf. Doni Prasetyo menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mencegah karhutla. "Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama," tegasnya. Ia menambahkan bahwa deteksi dini, patroli, dan edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten.

Perusahaan dan Masyarakat Diminta Aktif Melapor

Brigjen TNI Achmad Fauzi dalam penyuluhannya menyampaikan bahwa penanganan karhutla harus melibatkan seluruh komponen, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan, maupun masyarakat. Keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan kepentingan negara menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan.

Perusahaan yang memiliki wilayah kerja rawan karhutla diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana pemadam. Mereka juga diminta melaksanakan patroli secara berkala, memantau titik-titik rawan, serta segera melaporkan apabila ditemukan titik api di lapangan.

Masyarakat pun diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan. Setiap indikasi kebakaran harus segera dilaporkan kepada aparat maupun instansi terkait agar penanganan bisa dilakukan cepat sebelum api meluas.

Dampak Karhutla Bisa Lintas Wilayah

Karhutla tidak hanya merugikan lingkungan sekitar, tetapi juga menimbulkan dampak luas bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat. Asap tebal akibat kebakaran dapat mengganggu kualitas udara, menurunkan jarak pandang, hingga memicu gangguan pernapasan.

Bahkan, asap karhutla berpotensi memberikan dampak lintas wilayah hingga lintas batas negara. Karena itu, langkah pencegahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat menjadi penting dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya saat musim kemarau tiba.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh pihak di Kabupaten Landak semakin siap dan sigap dalam menghadapi potensi karhutla, sehingga bencana asap yang merugikan dapat dicegah sejak dini.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: majalahmataborneonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top