Martin Akui Kalah Sebelum Balapan di Aragon, Target Realistis di Belakang Marquez

Penulis: Ujang Rahmat  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:51:01 WIB
Jorge Martin mengakui keunggulan Marc Marquez di Sirkuit Aragon dalam konferensi pers jelang MotoGP akhir pekan ini.

KALIMANTAN BARAT — Tekanan langsung dirasakan Jorge Martin jelang MotoGP Aragon yang berlangsung di Sirkuit MotorLand, Spanyol, akhir pekan ini. Dalam konferensi pers resmi jelang balapan, pebalap berusia 28 tahun itu tidak menampik superioritas Marc Marquez di atas lintasan yang sama.

"Kita semua tahu bahwa Marc sangat kuat di sini, tapi saya ingin fokus pada hal-hal yang bisa saya kendalikan," ujar Martin seperti dikutip dari GPOne.

Rekor Marquez yang Bikin Martin Pasang Target Realistis

Kekhawatiran Martin bukan tanpa dasar. Marquez telah mengoleksi total delapan kemenangan di Aragon, termasuk dua edisi terakhir Grand Prix secara beruntun. Angka itu menjadikannya penguasa absolut sirkuit yang terletak di wilayah Aragon tersebut.

Bagi Martin, mengalahkan Marquez di kandangnya sendiri bukan sekadar soal teknis, melainkan hampir mustahil secara mental. "Itu sangat, sangat rumit, tetapi saat ini pertarungan saya bukanlah soal apakah saya bisa mengalahkannya di sini atau tidak," tegasnya.

Konsistensi Jadi Prioritas Ketimbang Kemenangan

Alih-alih mematok target kemenangan, Martin justru menjadikan balapan ini sebagai momentum pembuktian konsistensi. Ia ingin melanjutkan performa apik yang sempat ia tunjukkan di Silverstone setelah melalui serangkaian hasil pasang surut dalam beberapa balapan terakhir.

"Saya tidak sabar untuk memulai akhir pekan ini dan membuktikan kecepatan kami. Tentunya, masih ada pekerjaan yang harus kami lakukan karena kami mengalami sedikit pasang surut dalam balapan-balapan terakhir," kata Martin.

Ia menambahkan, paket motor Aprilia RS-GP saat ini terus menunjukkan perkembangan positif di setiap seri. "Aprilia jelas telah melakukan pekerjaan yang sangat baik, motornya terus membaik di setiap balapan," ujarnya.

Finis Kedua Bukan Kekalahan, Ini Strategi Jangka Panjang

Pernyataan Martin soal rela finis di belakang Marquez sempat mengejutkan banyak pihak. Namun baginya, mengamankan posisi kedua di sirkuit yang didominasi lawan adalah langkah cerdas untuk menjaga peluang gelar juara dunia.

"Itu akan menjadi hasil yang sangat bagus. Hasilnya sama seperti dua tahun lalu dan saya akan menerimanya dengan senang hati," ungkap Martin.

Meski begitu, ia memastikan tidak akan menyerah sebelum bendera finis dikibarkan. "Dalam balapan, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Jadi, saya akan berusaha sekuat tenaga dan kita lihat saja apa yang akan terjadi pada hari Minggu," pungkasnya.

Pernyataan Martin ini menjadi sinyal jelas bahwa ia memilih bermain aman demi mengamankan poin maksimal di tengah persaingan ketat klasemen MotoGP 2026. Dengan pendekatan ini, ia berharap bisa terus bersaing memperebutkan gelar hingga akhir musim.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top