Proyek Air Bersih Rp89 Miliar di Kubu Raya Dimulai, Target 8.000 Sambungan Rumah Baru Hingga 2027

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:59:31 WIB
Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau lokasi proyek air bersih senilai Rp89 miliar yang menargetkan penambahan 8.000 sambungan rumah baru hingga 2027.

KUBU RAYA — Perumdam Tirta Raya menargetkan kapasitas produksi air bersih bertambah 100 liter per detik setelah proyek senilai Rp89 miliar tuntas dikerjakan. Dana tersebut dialokasikan untuk dua paket pekerjaan utama: pembangunan jaringan perpipaan dan bangunan SPAM senilai Rp58 miliar lebih, serta peningkatan IPA kapasitas 2×50 liter per detik di SPAM Arang Limbung senilai Rp29,5 miliar lebih.

Kontrak pelaksanaan proyek yang didanai Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum ini telah dimulai pada Mei dan Juni 2026. Masa pengerjaan berlangsung 480 hari kalender.

Target Pelayanan Naik ke 23 Persen

Bupati Kubu Raya Sujiwo menyebut penambahan kapasitas ini menjadi langkah konkret memperluas akses air minum bagi warga. Saat ini cakupan pelayanan air minum di Kubu Raya baru mencapai 20,7 persen, dan ditargetkan meningkat hingga 23 persen setelah proyek beroperasi.

"Air bersih bukan sekadar kebutuhan, tetapi hak masyarakat. Masyarakat menunggu air bersih seperti menunggu setetes air di tengah gurun. Karena itu saya minta pekerjaan ini dipercepat, tentu tanpa mengabaikan kualitas," ujar Sujiwo dalam sambutannya.

Ia menegaskan tidak akan berkompromi terhadap mutu pekerjaan meskipun pembiayaan proyek berasal dari APBN. "Pekerjaan harus selesai tepat waktu dan hasilnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Wilayah Mana Saja yang Terjangkau?

Direktur Perumdam Tirta Raya Hermawan merinci jaringan perpipaan baru akan menjangkau Wonodadi II dan Sungai Raya Dalam, dua wilayah yang selama ini kerap mengalami keterbatasan pasokan air bersih. Peningkatan layanan juga menyasar kawasan permukiman seperti Komplek Kapuas dan Komplek Sakura di Kecamatan Sungai Raya.

Perumdam membidik penambahan 8.000 sambungan rumah baru dari proyek ini. "Setelah proyek selesai, pelayanan air bersih akan semakin optimal. Bahkan Bandara Supadio juga telah berkomunikasi dengan kami untuk penambahan sambungan air bersih," ungkap Hermawan.

DPR RI: Air Bersih di Kalbar Masalah Mendesak

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menilai kebutuhan air bersih di Kalimantan Barat masuk kategori urgen dan membutuhkan perhatian serius pemerintah pusat. Menurutnya, Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu daerah yang paling membutuhkan dukungan infrastruktur air bersih.

"Kebutuhan air bersih di Kalimantan Barat ini sangat urgen. Salah satu contoh di Kabupaten Kubu Raya. Pemerintah pusat harus peduli dengan hal ini, karena ini adalah salah satu solusi membuat masyarakat sejahtera," kata Lasarus.

Politikus asal Kalbar itu menambahkan, pembangunan sarana prasarana air bersih harus terus didorong lewat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kualitas kehidupan masyarakat.

Proyek ini menjadi salah satu jawaban atas persoalan yang sudah berlangsung lama. Sebelumnya, warga Kubu Raya selama 19 tahun tidak pernah menikmati air ledeng, sehingga kehadiran proyek ini dinilai menjadi momentum penting bagi peningkatan kesejahteraan warga setempat.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: berkatnewstv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top