Pegadaian Salurkan Bantuan Rp 100 Juta untuk Pembangunan GKMI Nanga Awin di Kapuas Hulu

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:19:31 WIB
PT Pegadaian menyalurkan bantuan material senilai Rp 100 juta untuk pembangunan GKMI di Desa Nanga Awin, Kapuas Hulu.

PT Pegadaian (Persero) menyalurkan bantuan material pembangunan senilai Rp 100 juta untuk mendukung pembangunan Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) di Desa Nanga Awin, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Bantuan ini merupakan bagian dari program Pegadaian Peduli Rumah Ibadah yang bertujuan menyediakan sarana ibadah layak bagi masyarakat di daerah pelosok.

PONTIANAK — Pembangunan Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) di Desa Nanga Awin, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, mendapat suntikan dana segar senilai Rp 100 juta dari PT Pegadaian (Persero). Bantuan berupa material pembangunan itu diserahkan secara simbolis pada Minggu (23/8/2026) di area gereja setempat.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Deputy Bisnis Kantor Area Pontianak, Abdul Lafaz Isnainy, dan disaksikan Kepala Desa Nanga Awin, pengurus gereja, serta jemaat GKMI. Kehadiran Pegadaian di lokasi pembangunan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat yang selama ini menantikan hadirnya sarana ibadah yang lebih memadai.

Bantuan Material untuk Percepatan Pembangunan

Abdul Lafaz Isnainy menjelaskan bahwa bantuan material ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan rumah ibadah yang layak, aman, dan nyaman. Pihaknya menyadari bahwa bantuan tersebut tidak dapat menutup seluruh kebutuhan pembangunan.

"Kami sangat bersyukur dapat hadir dan berkontribusi dalam pembangunan GKMI Desa Nanga Awin. Bantuan material ini memang tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan, namun kami berharap dapat menjadi bagian dari gotong royong bersama masyarakat sehingga proses pembangunan gereja dapat berjalan lebih lancar," ujar Abdul.

Menurut Abdul, program ini menjadi bukti nyata kehadiran perusahaan di tengah masyarakat, termasuk di wilayah yang lokasinya cukup jauh dari pusat kota. Ia menambahkan bahwa pembangunan rumah ibadah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga membangun ruang kebersamaan yang bermanfaat bagi jemaat dan warga sekitar.

Memperkuat Toleransi di Kalimantan Barat

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Rumah ibadah, kata dia, memiliki peran strategis sebagai ruang membangun kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan.

"Melalui program Pegadaian Peduli Rumah Ibadah, kami ingin berkontribusi secara nyata dalam mendukung tersedianya sarana ibadah yang layak bagi masyarakat. Rumah ibadah memiliki peran penting bukan hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan di tengah masyarakat," ujar Rinaldi.

Rinaldi menambahkan, keberadaan Pegadaian di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui layanan keuangan, tetapi juga melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berdampak positif. Ia berharap bantuan material ini dapat memperlancar pembangunan GKMI hingga nantinya bisa dimanfaatkan seluruh jemaat.

"Kalimantan Barat memiliki keberagaman masyarakat yang menjadi kekuatan untuk terus membangun kebersamaan. Kami berharap program seperti ini dapat memperkuat semangat toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial, sehingga kehadiran Pegadaian dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai wilayah, termasuk di daerah pelosok," tutup Rinaldi.

Harapan Jangka Panjang bagi Warga Nanga Awin

Melalui program Pegadaian Peduli Rumah Ibadah, perusahaan pelat merah ini berharap dukungan yang diberikan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Nanga Awin. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pegadaian menghadirkan kontribusi positif dalam pembangunan sosial dan memperkuat harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

Pembangunan GKMI di Desa Nanga Awin sendiri merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan jemaat setempat. Dengan adanya tambahan material dari Pegadaian, proses pembangunan diharapkan berjalan lebih cepat dan lancar sehingga jemaat segera memiliki tempat ibadah yang lebih representatif.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top