Real Estate Indonesia (REI) Kalimantan Barat menargetkan pembangunan 10 ribu unit rumah subsidi pada 2026, sebuah angka yang berpotensi menyerap sekitar 50 ribu tenaga kerja lokal. Target tersebut menjadi motor penggerak REI Expo Kalbar 2026 yang resmi dibuka di Gaia Mall Bumi Raya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu. Pameran yang berlangsung hingga 30 Agustus ini mempertemukan puluhan pengembang dengan calon pembeli sekaligus mempermudah akses pembiayaan perumahan.
PONTIANAK — Industri perumahan di Kalimantan Barat tengah bersiap menggeliat. REI Kalbar memasang target ambisius membangun 10 ribu unit rumah subsidi sepanjang 2026, dengan efek domino yang langsung menyentuh sektor riil: pasir, batu, bahan bangunan, hingga jasa konstruksi.
Angka itu setara dengan setengah dari target provinsi yang mencapai 20 ribu unit. Dengan asumsi satu unit rumah mempekerjakan lima orang, potensi serapan tenaga kerja dari target REI saja bisa mencapai 50 ribu orang.
Ketua REI Kalbar Bahrudin menegaskan bahwa sektor perumahan bukan sekadar urusan hunian. "Industri perumahan memiliki efek berganda yang luas. Tidak hanya bagi pengembang tetapi bagi industri pendukung seperti bahan bangunan, pemasok pasir, batu, hingga sektor jasa lainnya," ujarnya di sela pembukaan REI Expo Kalbar 2026.
Ia menambahkan, "Tidak kalah penting, sektor ini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat." Kontribusi ini dinilai krusial dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di Kalbar, terutama di tengah perlambatan sektor lain.
REI Expo Kalbar 2026 yang berlangsung di Gaia Mall Bumi Raya hingga 30 Agustus dirancang sebagai jembatan antara pengembang, perbankan, dan masyarakat. Bahrudin menyebut pameran ini menjadi wadah bagi calon pembeli untuk mendapatkan penawaran terbaik.
"Harapannya daya beli masyarakat meningkat karena ada berbagai promosi seperti kemudahan tanpa uang muka, hadiah langsung, dan berbagai penawaran menarik lainnya," papar dia. Kehadiran lembaga pembiayaan di lokasi pameran diharapkan mempercepat proses pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR).
Di sisi hulu, program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola BP Tapera menunjukkan tren positif. Kepala Divisi Kerja Sama dan Kebijakan BP Tapera Wahyudi mengungkapkan realisasi penyaluran FLPP secara nasional hingga 20 Oktober 2025 telah mencapai 203.439 unit rumah dengan nilai pembiayaan Rp 25,24 triliun.
"Kami berterima kasih atas kerja sama dengan REI dalam mendukung program penyediaan rumah subsidi. Saya sudah beberapa kali datang ke Kalbar dan bangga melihat bagaimana daerah ini berlomba-lomba membangun rumah subsidi terbaik bagi masyarakat," kata Wahyudi.
Ia menekankan bahwa penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan pemerintah daerah, termasuk pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sesuai Surat Keputusan Bersama tiga menteri, menjadi kunci percepatan pembangunan.
Pembukaan expo turut dihadiri Wakil Ketua DPP REI yang juga Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto serta Gubernur Kalbar Ria Norsan. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi sinyal kuat dukungan kebijakan terhadap sektor properti di Kalbar.
Dengan kolaborasi antara pengembang, perbankan, dan pemerintah, target 10 ribu unit rumah subsidi oleh REI Kalbar pada 2026 dinilai realistis. Keberhasilan ini akan menjadi indikator penting bagi pemerataan kepemilikan hunian layak bagi MBR sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan di Kalimantan Barat.