30 Personel BKO Brimob Tiba di Bengkayang, Diperkuat di Tiga Rayon untuk Percepat Respons Karhutla

Penulis: Ujang Rahmat  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:16:32 WIB
personel BKO Brimob tiba di Bengkayang untuk memperkuat penanganan karhutla di tiga rayon.

Sebanyak 30 personel atau satu pleton Bawah Kendali Operasi (BKO) Brimob Polri tiba di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, untuk memperkuat jajaran Polres setempat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka langsung disebar ke tiga rayon untuk mempercepat respons saat muncul titik api.

BENGKAYANG — Puluhan personel Satgas Aman Nusa II Penanganan Karhutla itu mulai bertugas setelah disambut langsung oleh Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab di halaman Mapolsek Sungai Raya, Rabu. Kehadiran mereka diharapkan memperkuat kesiapsiagaan jajaran kepolisian di wilayah yang masuk kategori rawan kebakaran lahan tersebut.

"Selamat datang di Bumi Sebalo. Kehadiran rekan-rekan Brimob tentunya akan memperkuat kita bersama dalam menghadapi dan menangani karhutla di wilayah Kabupaten Bengkayang," kata Syahirul dalam sambutannya.

Penyebaran Personel di Tiga Rayon

Dari total 30 personel yang dikerahkan, kekuatan terbesar ditempatkan di Rayon II yang mencakup Kecamatan Sungai Raya, Sungai Raya Kepulauan, Capkala, Monterado, Lembah Bawang, dan Samalantan. Sebanyak 15 personel disiagakan di wilayah ini.

Sementara itu, Rayon I yang meliputi Kecamatan Bengkayang, Lumar, Teriak, Sungai Betung, dan Suti Semarang mendapat jatah lima personel. Rayon III yang membawahi Kecamatan Ledo, Tujuh Belas, Sanggau Ledo, Siding, Seluas, dan Jagoi Babang diperkuat 10 personel.

Penempatan ini dirancang agar setiap rayon memiliki kekuatan yang cukup untuk bergerak cepat. "Kita akan bersama-sama melakukan penanganan karhutla dan pemadaman api. Dengan adanya tambahan personel ini, respons di lapangan diharapkan bisa semakin cepat," ujarnya.

Bukan Hanya Pemadaman, tapi Juga Patroli dan Penegakan Hukum

Peran personel Brimob dalam Satgas Aman Nusa II tidak terbatas pada pemadaman saat kebakaran terjadi. Mereka juga dilibatkan dalam patroli gabungan serta berbagai upaya pencegahan untuk mengantisipasi meluasnya karhutla.

Yang tidak kalah penting, kehadiran mereka memperkuat fungsi penegakan hukum. Apabila dalam penanganan karhutla ditemukan dugaan tindak pidana, personel BKO Brimob siap mendukung prosesnya.

Syahirul menegaskan bahwa penanganan karhutla menuntut sinergi semua pihak, baik dalam pencegahan, pemadaman, maupun penegakan hukum. "Kita harus bergerak bersama. Pencegahan tetap menjadi langkah utama, namun ketika terjadi kebakaran, seluruh personel dan unsur terkait harus siap bergerak cepat untuk melakukan penanganan," tegasnya.

Penguatan personel ini menjadi langkah antisipasi dini menjelang puncak musim kemarau, di mana risiko kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat biasanya meningkat. Dengan tambahan kekuatan di tingkat polres, diharapkan titik api dapat segera dilokalisasi sebelum meluas ke area yang lebih besar.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top