Kapolres dan Dandim Mempawah Turun ke Lokasi Karhutla di Antibar, Pastikan Pemadaman Tak Meluas ke Pemukiman

Penulis: Tedy Rustandi  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:37:01 WIB
Kapolres Mempawah dan Dandim 1201/Mempawah meninjau lokasi karhutla di Moton Asam, Desa Antibar, untuk memastikan proses pemadaman berjalan optimal.

MEMPAWAH — Kobaran api yang melanda lahan di Moton Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, masih berusaha dijinakkan hingga Sabtu siang. Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto dan Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini tiba di lokasi untuk memastikan upaya pemadaman tidak menemui kendala berarti.

Kapolsek Mempawah Timur Iptu Imran bersama personel gabungan dari Polsek, TNI, dan instansi terkait terlihat masih berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke kawasan lain yang lebih dekat dengan permukiman warga.

Sinergi TNI-Polri Jadi Kunci Penanganan di Lapangan

Kapolres Mempawah menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Pihaknya ingin melihat langsung kondisi terkini serta memastikan personel yang bertugas bekerja secara maksimal.

“Kami bersama Dandim turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan upaya pemadaman dilakukan secara maksimal. Sinergitas antara TNI, Polri dan seluruh unsur terkait harus terus diperkuat agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan personel di lapangan untuk mengutamakan keselamatan diri dan menjaga kekompakan. Menurutnya, koordinasi yang solid antarinstansi menjadi faktor penentu agar api cepat padam.

Pencegahan Lebih Utama Dibanding Pemadaman

Di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu kebakaran, Kapolres menekankan bahwa pencegahan jauh lebih penting daripada pemadaman. Ia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Pencegahan jauh lebih baik, karena ketika api sudah meluas, dampaknya bukan hanya dirasakan masyarakat sekitar, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat secara luas,” tegasnya.

Imbauan serupa disampaikan Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini. Pihaknya menegaskan kesiapan TNI mendukung penuh penanganan karhutla bersama Polri, pemerintah daerah, BPBD, hingga masyarakat.

“Kami hadir bersama-sama sebagai bentuk komitmen bahwa penanganan Karhutla ini harus dilakukan secara terpadu. Personel di lapangan harus terus bersinergi, saling mendukung dan bekerja dengan penuh semangat untuk memadamkan api serta mencegah kebakaran semakin meluas,” katanya.

Warga Diminta Segera Laporkan Titik Api

Dandim juga mengajak warga menjadi garda terdepan dalam pencegahan karhutla. Ia meminta masyarakat tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan dan segera melapor jika menemukan titik kebakaran.

“Jangan membakar lahan, jangan meninggalkan api tanpa pengawasan, dan apabila menemukan adanya kebakaran segera laporkan kepada aparat atau pihak terkait agar dapat segera ditangani,” imbaunya.

Kehadiran langsung Kapolres dan Dandim di tengah titik api menjadi suntikan semangat tersendiri bagi personel yang sejak pagi berada di garis depan. Targetnya satu, kebakaran di kawasan Moton Asam segera tuntas dan tidak menjalar ke wilayah lain.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top