Bupati Landak Karolin Dorong Petani Jelimpo Jadi Penangkar Benih Padi Mandiri, Serahkan Mesin Perontok ke Kelompok Tani Pamule

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:06:01 WIB
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyerahkan bantuan satu unit mesin perontok padi kepada Kelompok Tani Pamule di Desa Tubang Raeng, Jumat (21/8/2026).

LANDAK — Pemerintah Kabupaten Landak menggandeng Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BRMP) Provinsi Kalimantan Barat untuk mencetak penangkar benih padi mandiri di Kecamatan Jelimpo. Panen perdana penangkaran benih varietas Inpari 32 bersama Kelompok Tani Pamule di Desa Tubang Raeng digelar Jumat (21/8/2026).

Bupati Landak Karolin Margret Natasa hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyerahkan bantuan satu unit mesin perontok padi (power thresher) untuk mendukung efisiensi pengolahan pascapanen.

Kualitas Benih Penentu Hasil Panen Petani Landak

Karolin menyebut program penangkaran ini tidak boleh berjalan sesaat, melainkan harus berkelanjutan. Menurut dia, ketersediaan benih bersertifikat menjadi kunci utama untuk mendongkrak hasil produksi pertanian di daerahnya.

“Hari ini kita bersama dengan Kelompok Tani Pamule di Kecamatan Jelimpo dan BRMP panen benih sumber. Ini adalah binaan dari BRMP dan petani di Kecamatan Jelimpo untuk bisa menghasilkan penangkar. Kami berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan dan bisa menjadi sumber benih yang berkualitas untuk para petani, karena kualitas benih sangat menentukan produktivitas atau hasil dari panen para petani,” ujar Karolin.

Produksi Padi Landak Capai 62.110 Ton GKG Hingga Agustus 2026

Data Dinas Pertanian setempat mencatat realisasi luas panen padi di Kabupaten Landak pada Januari–Agustus 2026 mencapai 19.037 hektare. Total produksi yang dihasilkan sebesar 62.110 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan produktivitas 32,66 kuintal per hektare.

Capaian tersebut melanjutkan tren positif dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2025, luas panen padi di Landak mencapai 43.741 hektare dengan total produksi 121.995 ton dan produktivitas 27,15 kuintal per hektare. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan produksi tahun 2024 yang tercatat 97.032,70 ton dari luas panen 31.205,60 hektare.

Rantai Pemasaran Jadi Kendala Utama Penangkar Benih

Karolin menilai potensi pengembangan penangkaran benih di Kabupaten Landak sangat menjanjikan. Kondisi geografis dan lahan yang memadai serta tingginya kebutuhan petani terhadap benih unggul menjadi modal utama pengembangan usaha ini.

Namun, ia menyoroti persoalan klasik yang kerap membelit petani penangkar, yakni rantai pemasaran dan mekanisme pembayaran dari korporasi pembeli. Petani mengeluhkan pembayaran yang tidak cash sementara mereka membutuhkan uang cepat untuk operasional sehari-hari.

“Potensinya sebenarnya sangat baik, kebutuhan memang tinggi dan lokasi kita memungkinkan untuk berkembang. Namun yang menjadi

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: kalimantantoday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top