Rumah BUMN Jambi Latih 31 Perempuan Disabilitas Branding Digital untuk Kembangkan Usaha

Penulis: Pandu Wibisono  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:56:33 WIB
Peserta pelatihan mengikuti sesi branding digital di Rumah BUMN Jambi, Jambi, pada [tanggal].

KALIMANTAN BARAT — Ruang digital kini menjadi kanal yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas untuk menampilkan kemampuan, memperluas jejaring, dan mengembangkan usaha sesuai potensi masing-masing. Lewat pelatihan konten digital, Rumah BUMN Jambi berupaya mendorong peserta agar lebih percaya diri dalam membangun citra diri di media sosial.

Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Media Sosial

Pelatihan yang digelar bersama Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) ini menyasar 31 orang penyandang disabilitas di Jambi. Fokus utamanya adalah membekali peserta dengan keterampilan praktis membuat konten yang menarik dan efektif untuk kebutuhan personal branding.

Dengan kemampuan ini, para peserta diharapkan tidak hanya aktif di dunia digital, tetapi juga mampu mengubah media sosial menjadi etalase produk atau jasa yang mereka tawarkan. Langkah ini sejalan dengan upaya menciptakan peluang usaha yang lebih setara di era ekonomi digital.

Ruang Karya yang Setara bagi Penyandang Disabilitas

Inisiatif ini menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk berpartisipasi dalam ekosistem digital. Media sosial diposisikan sebagai ruang setara bagi siapa saja, termasuk penyandang disabilitas, untuk menunjukkan kapabilitas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Rumah BUMN Jambi, yang merupakan program binaan PLN, konsisten menjalankan peran sebagai wadah pemberdayaan masyarakat. Program pelatihan ini menjadi salah satu wujud nyata dukungan terhadap kelompok rentan agar mendapatkan akses yang sama terhadap perkembangan teknologi dan peluang ekonomi digital.

Sinergi BUMN dan Komunitas untuk Dampak Sosial

Kolaborasi antara Rumah BUMN Jambi dan HWDI mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendorong inklusivitas. Pendampingan yang diberikan tidak hanya berhenti pada aspek teknis pembuatan konten, tetapi juga menyentuh penguatan mental agar peserta berani tampil dan memasarkan diri secara profesional.

Ke depan, keterampilan ini diharapkan menjadi modal awal bagi para peserta untuk mengembangkan usaha secara konsisten, memperluas jaringan, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Inisiatif serupa juga relevan untuk direplikasi di daerah lain guna memperluas dampak pemberdayaan digital bagi penyandang disabilitas di Indonesia.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: extranews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top