KALIMANTAN BARAT — Counterpoint Research merilis laporan terbaru yang memetakan arah industri perangkat wearable global. Laporan yang dipublikasikan hari ini itu menyebutkan, pendapatan kumulatif dari produk seperti jam tangan pintar, earbuds nirkabel, hingga perangkat kesehatan akan menembus angka US$1 triliun dalam tujuh tahun ke depan.
Dari total proyeksi tersebut, segmen hearables atau perangkat audio akan menjadi penyumbang terbesar dengan akumulasi pendapatan sekitar US$360 miliar. Posisi berikutnya ditempati smartwatch yang diproyeksikan meraup US$304 miliar, disusul smart eyewear atau kacamata pintar senilai US$168 miliar.
Kategori smartwatch dan TWS (true wireless stereo) diperkirakan menghasilkan pendapatan gabungan US$558 miliar. Pertumbuhan ini ditopang basis pengguna yang besar, permintaan penggantian perangkat, serta integrasi erat dengan ekosistem smartphone.
Counterpoint mencatat, harga jual rata-rata (ASP) smartwatch akan terus naik seiring adopsi hardware premium, konektivitas seluler, sensor kesehatan tingkat lanjut, dan AI on-device. Alhasil, smartwatch bertransformasi menjadi platform komputasi personal dan alat pencegahan kesehatan. Sementara itu, pertumbuhan nilai TWS disebut lebih terbatas karena standardisasi fitur dan persaingan harga yang ketat.
Di luar dua kategori utama, health patches diproyeksikan menyumbang US$120 miliar. Smart rings menyusul dengan US$44 miliar, pendants US$24 miliar, dan smart shoes US$18 miliar. Adapun fitness bands hanya diprediksi menghasilkan US$14 miliar.
Kategori lain seperti smart socks, smart clothing, dan smart belts masing-masing diperkirakan membukukan pendapatan di bawah US$10 miliar.
Menariknya, Counterpoint menemukan pendapatan wearable tumbuh dua kali lebih cepat dibandingkan pertumbuhan unit terjual. Pasar perlahan bergeser dari sekadar pelacak kebugaran menuju fungsi pencegahan kesehatan, di mana perangkat mampu mendeteksi potensi masalah sebelum pengguna menyadarinya.
Apple disebut telah bermain di dua kategori paling menguntungkan lewat AirPods dan Apple Watch. Perusahaan yang bermarkas di Cupertino itu juga dikabarkan tengah menggarap kacamata pintar, serta menjajaki pengembangan fitness bands tanpa layar dan smart rings.
Pada kuartal fiskal Q3 2026, segmen Wearables, Home and Accessories Apple membukukan pendapatan US$7,88 miliar. Angka ini naik 6 persen secara tahunan dan menjadi pertumbuhan terkuat kategori tersebut sejak kuartal fiskal Q4 2022.
Counterpoint memperkirakan pendapatan kumulatif AirPods saja akan melampaui US$100 miliar pada 2026, menegaskan posisi perangkat audio sebagai lini bisnis strategis bagi Apple.