Perpustakaan Kota Pontianak Terapkan Layanan Inklusif, Target Literasi Masyarakat Meningkat Lewat Pelatihan Keterampilan

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:22:13 WIB
Pengunjung mengamati koleksi buku di Perpustakaan Kota Pontianak yang menerapkan layanan inklusif sosial.

PONTIANAK — Perpustakaan Kota Pontianak tidak lagi sekadar gudang buku. Institusi ini kini bertransformasi menjadi ruang belajar bersama yang menyasar peningkatan keterampilan dan kesejahteraan warga melalui konsep inklusi sosial.

Kepala Disperpusip Kota Pontianak, Sri Sujiarti, mengatakan perpustakaan memberikan akses pelatihan bagi masyarakat untuk mengembangkan diri. Pustakawan dan narasumber eksternal dilibatkan untuk memberi bekal keterampilan praktis yang bisa mendukung peningkatan penghasilan.

“Jadi, perpustakaan ini bukan hanya sekadar tempat membaca, tetapi masyarakat juga bisa mendapatkan keterampilan melalui pelatihan yang diberikan pustakawan maupun narasumber dari luar,” katanya saat Kunjungan Pers, Selasa (18/8/2026).

Kunjungan Capai 200 Orang per Hari, Dorong Nilai IPLM

Langkah ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan IPLM Kota Pontianak. Saat ini nilai IPLM berada di angka 34,85 dan menempati peringkat kedua di Kalimantan Barat.

Rata-rata kunjungan ke Perpustakaan Kota Pontianak mencapai sekitar 200 orang per hari. Pengunjung datang dari kalangan pelajar, guru, hingga masyarakat umum.

“Semakin banyak pengunjung perpustakaan, kita berharap nilai literasi masyarakat semakin meningkat. Kalau literasinya semakin baik, maka kota itu akan semakin maju,” ujarnya.

Layanan Digital PerpusKite dan Jaringan Rumah Baca

Disperpusip Kota Pontianak juga menghadirkan aplikasi PerpusKite untuk memperluas akses koleksi secara daring. Masyarakat bisa membaca buku elektronik dan memesan koleksi secara online sebelum mengambil atau meminjam di perpustakaan.

Selain gedung utama, lima rumah baca tersebar di sejumlah lokasi untuk mendekatkan layanan ke warga. Rumah baca tersebut berada di Taman Catur, Taman Akcaya, Taman Digulis, Taman Alun, dan Kecamatan Pontianak Timur.

Pojok Braille untuk Penyandang Disabilitas

Perpustakaan Kota Pontianak tidak melupakan warga dengan hambatan penglihatan. Tersedia koleksi buku Braille dan fasilitas pendampingan bagi penyandang disabilitas.

Layanan Pojok Braille juga tersedia di Rumah Baca Taman Akcaya. Ini menjadi upaya memastikan akses bahan bacaan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Intinya, semakin banyak pengunjung akan semakin baik. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di perpustakaan,” tuturnya.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top