KALIMANTAN BARAT — Peristiwa ini pertama kali diketahui Riyatun (34) sekitar pukul 01.30 WIB. Ia terbangun setelah mendengar suara seperti kayu terbakar, dan saat keluar rumah, api sudah membesar di tempat penyulingan yang berada di samping bawah rumahnya. Anak dari pemilik usaha, Sulastri (48), itu langsung membangunkan warga dan pemilik rumah untuk melakukan pemadaman.
Warga berusaha memadamkan api secara manual sembari menghubungi Pos Damkar Bumiayu. Butuh waktu hingga pukul 05.30 WIB untuk menjinakkan si jago merah, dilanjutkan proses pendinginan hingga pukul 07.00 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kapolsek Paguyangan AKP Tasudin, S.H., M.H. membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil pengecekan di lokasi, bangunan yang terbakar merupakan konstruksi semi permanen seluas 15 x 17 meter dengan material kayu, bambu, dan bata ringan.
Polisi menduga sumber api berasal dari bara sisa pembakaran di tungku yang kemudian merambat ke tumpukan daun cengkeh kering dan kayu bakar. Material tersebut dikenal sangat mudah terbakar dan menjadi "bahan bakar" alami yang mempercepat penjalaran api ke seluruh bangunan.
Atap yang terbuat dari konstruksi bambu dan genteng tanah ikut memperparah kondisi, karena struktur bambu yang kering mudah tersulut api dan membuat api cepat membesar dalam hitungan menit.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil yang diderita pemilik usaha ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Berikut rincian aset yang hangus terbakar:
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi pelaku usaha yang menggunakan tungku atau aktivitas pembakaran dalam operasionalnya. Polisi mengimbau agar memastikan bara api benar-benar padam setelah kegiatan selesai, serta menyimpan material mudah terbakar seperti daun kering dan kayu bakar di lokasi yang aman dan jauh dari sumber panas.
Kebakaran di Wanatirta ini menjadi kasus kedua yang terjadi di wilayah Paguyangan, menandakan masih lemahnya kesadaran akan protokol keselamatan kebakaran pada usaha skala rumahan yang menggunakan bahan bakar padat.