Presiden Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Beskap Melayu hingga Songket Jadi Sorotan

Penulis: Tedy Rustandi  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 10:59:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka dengan mengenakan beskap Melayu biru tua dan kain songket.

KALIMANTAN BARAT — Fenomena "war tiket" mewarnai peringatan detik-detik Proklamasi tahun ini. Antusiasme publik untuk hadir di Istana Merdeka begitu tinggi, dengan total 336.816 orang mendaftar melalui sistem kuota daring di situs Pandang Istana hanya dalam lima hari. Dari jumlah tersebut, pemerintah hanya mengalokasikan sekitar 8.100 kursi bagi masyarakat umum.

Di tengah hiruk-pikuk perebutan tiket, Presiden Prabowo Subianto tampil sebagai inspektur upacara. Kehadirannya kali ini menyita perhatian bukan hanya karena memimpin jalannya pengibaran Sang Semboyan Merah Putih, melainkan juga pilihan busananya yang khas.

Makna Filosofis di Balik Beskap Biru Tua

Presiden Prabowo tidak memakai pakaian adat dari Jawa atau daerah lain, melainkan beskap bergaya Melayu/Teluk Belanga. Atasan berupa baju kurung cekak musang berwarna biru tua itu dipadukan dengan celana panjang senada dan kain songket yang dililitkan di bagian pinggang hingga paha.

Pelengkap penampilannya adalah peci hitam polos serta untaian bunga melati yang dikalungkan di leher. Dalam tradisi formal Melayu, kalungan melati bukan sekadar aksesori; ia adalah simbol kesucian, keluhuran, dan bentuk penyambutan resmi dalam upacara adat.

Pilihan busana ini secara simbolis mencerminkan nilai-nilai kesederhanaan dan kerendahan hati. Filosofi tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang menjadi landasan budaya Melayu, sekaligus menegaskan identitas kebangsaan di tengah perayaan kemerdekaan.

Rangkaian Khidmat yang Tak Berubah

Meski busana presiden menjadi sorotan, esensi upacara tetap berjalan khidmat. Rangkaian acara dimulai dari pengibaran Sang Merah Putih, pembacaan teks Proklamasi, hingga penghormatan kepada para pahlawan. Semua elemen tersebut menjadi pengingat akan perjuangan panjang bangsa yang berpuncak pada 17 Agustus 1945.

Bagi publik yang tidak mendapat kursi undangan, pemerintah tetap menyediakan akses menonton melalui siaran langsung di berbagai kanal televisi nasional dan platform digital. Jalannya upacara yang dipimpin langsung oleh kepala negara ini menjadi tontonan wajib bagi masyarakat yang ingin merasakan atmosfer kemerdekaan dari rumah.

Peringatan HUT ke-81 ini sekaligus menjadi panggung bagi Presiden Prabowo untuk menunjukkan kedekatannya dengan akar budaya Nusantara. Beskap Melayu yang dikenakannya bukan hanya soal gaya, tetapi sebuah pernyataan politik tentang keberagaman yang menyatu dalam bingkai Republik.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top