BANYUWANGI — KA Pandanwangi tetap menjadi primadona transportasi umum di jalur timur Jawa Timur dengan harga tiket yang tidak berubah. Untuk keberangkatan Kamis, 6 Agustus 2026, calon penumpang hanya perlu menyiapkan uang Rp 8.000 untuk sekali perjalanan, baik dari stasiun awal hingga akhir maupun hanya menempuh beberapa stasiun perantara.
Tarif yang ramah kantong ini menjadikan kereta api lokal sebagai alternatif utama dibandingkan kendaraan pribadi, terutama bagi pekerja harian dan pelajar yang melintasi Kabupaten Banyuwangi menuju Jember.
KAI mengoperasikan dua perjalanan dari Stasiun Ketapang menuju Jember pada 6 Agustus 2026. Jadwal pagi dan malam dirancang untuk mengakomodasi penumpang dengan aktivitas berbeda.
Waktu singgah terlama terjadi di Stasiun Kalibaru, yaitu delapan menit pada jadwal pagi dan enam menit pada jadwal malam. Penumpang yang hendak turun di stasiun tersebut perlu menyiapkan barang bawaan lebih awal.
Bagi penumpang yang berangkat dari arah sebaliknya, KA Pandanwangi juga menyediakan dua jadwal keberangkatan dari Stasiun Jember.
Jadwal pagi dari Jember menjadi pilihan utama bagi pekerja yang harus tiba di kawasan Pelabuhan Ketapang sebelum tengah hari, termasuk penumpang yang melanjutkan perjalanan ke Bali.
Dengan harga tiket yang sangat miring, kursi KA Pandanwangi kerap ludes diburu penumpang. KAI membuka pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI mulai H-7 sebelum tanggal keberangkatan.
Pembelian tiket dadakan di stasiun atau go show sangat tidak disarankan. Calon penumpang juga wajib membawa KTP atau identitas asli yang sesuai dengan nama pada tiket saat proses boarding.
Petugas stasiun melakukan pemeriksaan identitas secara ketat. Penumpang diimbau tiba di stasiun setidaknya 30 menit sebelum jadwal keberangkatan agar proses pemeriksaan tidak membuat ketinggalan kereta.
Durasi tempuh sekitar 2,5 jam untuk rute penuh menjadikan KA Pandanwangi cocok untuk agenda bisnis, silaturahmi keluarga, maupun wisata akhir pekan. Sepanjang perjalanan, penumpang disuguhi pemandangan perkebunan dan perbukitan khas kawasan timur Jawa Timur.
Rute ini melintasi beberapa stasiun kecil yang menjadi simpul mobilitas warga di Kabupaten Banyuwangi dan Jember. Keberadaan kereta lokal dengan tarif terjangkau ini membantu menekan biaya transportasi harian masyarakat di koridor tersebut.