PONTIANAK — Keinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi kerap berbenturan dengan berbagai pertimbangan: biaya, jarak, hingga restu orang tua. Dalam rubrik konsultasi BaZi, seorang pembaca bernama Bernardo mengaku tengah mempertimbangkan studi ke luar negeri dengan memanfaatkan program beasiswa. Namun, sang ibu menolak dan lebih memilih ia kuliah di Jakarta.
Berdasarkan analisis tanggal, waktu, dan tempat lahir, Bernardo memiliki elemen utama Api Besar (Bing). Karena lahir di Bandung yang berada di Belahan Bumi Selatan, penyusunan chart analisis disesuaikan agar hasil pembacaannya lebih akurat. Elemen yang disebut mendukung perkembangan karier dan pendidikannya adalah Tanah dan Air.
Rentang usia 17 hingga 27 tahun tergolong cukup baik untuk pengembangan pendidikan. Pada fase ini, terdapat peluang memperoleh beasiswa maupun meraih prestasi akademik.
Tantangan justru muncul pada pengelolaan keuangan. Bernardo dinilai perlu lebih disiplin mengatur pengeluaran karena berpotensi kesulitan menyimpan uang. Pada rentang usia 18 hingga 34 tahun, ia diperkirakan menghadapi hambatan terkait perjalanan studi: potensi penundaan pendidikan, persoalan administrasi atau dokumen, hingga masalah kesehatan akibat pola makan.
Penolakan dari sang ibu turut menjadi sorotan analisis. Menurut pembacaan BaZi, sikap itu lebih didorong rasa khawatir dibandingkan keinginan menghalangi pendidikan anak.
Dinamika hubungan dengan ibu yang disebut memiliki karakter tegas dan dominan juga menjadi catatan. Apabila Bernardo tetap ingin kuliah ke luar negeri, ia disarankan menunjukkan sikap mandiri, bertanggung jawab, serta mampu menjaga diri. Memilih negara tujuan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Indonesia dinilai dapat memberi rasa tenang kepada keluarga.
Memasuki usia 27 hingga 37 tahun, peruntungan di bidang studi disebut tidak sekuat sebelumnya. Dibutuhkan usaha lebih besar untuk mencapai target pendidikan. Peluang memperoleh beasiswa secara umum diperkirakan lebih baik pada periode 22 Juni 2027 hingga 21 Juni 2034.
Namun, apabila tetap ingin menempuh pendidikan di luar negeri, waktu yang dinilai lebih mendukung adalah periode 22 Juni 2029 hingga 21 Juni 2031. Di luar rentang tersebut, peluang berhasil menempuh studi di luar negeri disebut relatif lebih kecil. Perguruan tinggi dalam negeri pun dinilai menjadi pilihan yang lebih menguntungkan.
Perlu diketahui, analisis BaZi merupakan bagian dari praktik astrologi Tiongkok yang bersifat kepercayaan dan hiburan. Hasil pembacaan tidak dapat dijadikan kepastian mengenai masa depan seseorang. Keputusan terkait pendidikan tetap perlu mempertimbangkan kesiapan akademik, kondisi finansial, peluang beasiswa, serta pertimbangan pribadi dan keluarga.