KUBU RAYA — Pelaksana Harian Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang Selatan, Ana Oktavia Setiowati, mengatakan kegiatan berlangsung di Aula Balai Pertemuan Kecamatan Sungai Kakap pada Senin. Acara ini dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie, jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, unsur TNI/Polri, SAR, HNSI, serta pemangku kepentingan lainnya.
Melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN), peserta dibekali kemampuan membaca prakiraan arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, hingga informasi potensi daerah penangkapan ikan. Dengan begitu, nelayan dapat menentukan waktu melaut yang lebih aman dan efisien.
"Pemanfaatan informasi cuaca juga diharapkan membantu nelayan menghemat penggunaan bahan bakar dan perbekalan, sehingga aktivitas penangkapan ikan menjadi lebih efektif," tutur Ana.
Untuk sektor pertanian, Sekolah Lapang Iklim (SLI) memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan informasi iklim dalam menyusun pola tanam yang adaptif. Para petani diajarkan menentukan waktu tanam dan memilih komoditas yang sesuai dengan kondisi musim.
Kegiatan ini menjadi langkah antisipasi dini. BMKG memprakirakan musim kemarau 2026 akan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga masyarakat Kalimantan Barat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak yang ditimbulkan.
Kondisi kemarau yang lebih kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memicu kekeringan. Dampaknya, ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah diprediksi berkurang.
"Potensi munculnya titik api harus diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi karhutla yang lebih luas," ujarnya.
Para peserta sekolah lapang diharapkan menjadi agen informasi yang menyebarluaskan prakiraan cuaca dan iklim BMKG kepada kelompok nelayan, kelompok tani, dan masyarakat luas.
Ana mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG. Ia juga menekankan larangan membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
"Perkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya mitigasi menghadapi musim kemarau," katanya.