Ria Norsan Bawa Gema Membangun Desa ke Teluk Batang, Ribuan Warga Pesisir Kalbar Manfaatkan Layanan Terpadu

Penulis: Ramli Siregar  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:13:01 WIB
Ribuan warga Kecamatan Teluk Batang memadati layanan terpadu Gema Membangun Desa (GMD) yang digelar di pesisir Kalimantan Barat, Sabtu (1/8/2026).

PONTIANAK — Antusiasme warga pesisir terlihat jelas pada pelaksanaan Gema Membangun Desa (GMD) di Kecamatan Teluk Batang, Sabtu (1/8/2026). Ribuan orang memanfaatkan layanan yang dihadirkan dalam satu lokasi, sebuah upaya nyata pemerintah mendekatkan akses publik ke tengah masyarakat.

Beragam kebutuhan warga diakomodasi dalam kegiatan tersebut. Mulai dari pasar murah yang menjual kebutuhan pokok, layanan administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan keluarga berencana, hingga pembayaran pajak kendaraan dan perpanjangan STNK.

Menjaga Daya Beli di Tengah Tekanan Inflasi

Kehadiran pasar murah dalam program GMD bukan sekadar pelengkap. Bagi Ria Norsan, ini adalah instrumen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi warga. Keberadaan pasar murah dinilai mampu menjadi penyeimbang harga kebutuhan pokok yang fluktuatif.

“Angka inflasi harus terus kita kendalikan bersama. Melalui pasar murah ini, kita berupaya menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil,” tegas Ria Norsan di sela-sela kegiatan.

Langkah ini menjadi krusial, terutama bagi masyarakat pesisir yang kerap menghadapi lonjakan harga akibat biaya distribusi yang lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan.

Menyerap Aspirasi, Menyusun Prioritas Pembangunan

Lebih dari sekadar pelayanan, GMD dimaknai sebagai ruang dialog antara pemerintah dan warganya. Ria Norsan menyebut program ini adalah kesempatan untuk melihat langsung kondisi lapangan dan mendengarkan kebutuhan yang selama ini mungkin tidak tersampaikan melalui jalur formal.

“Bagi saya, Gema Membangun Desa bukan sekadar agenda pemerintah, melainkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi masyarakat, melihat kondisi lapangan secara objektif, dan memastikan pembangunan benar-benar hadir hingga ke desa-desa, termasuk wilayah pesisir yang menjadi beranda Kalimantan Barat,” ujarnya.

Usulan Infrastruktur dan RTLH Jadi Prioritas Anggaran

Hasil dari pertemuan langsung ini tidak dibiarkan menggantung. Ria Norsan memastikan setiap masukan yang disampaikan warga Teluk Batang akan ditindaklanjuti melalui mekanisme perencanaan.

Usulan pembangunan infrastruktur serta permohonan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) yang disuarakan warga akan ditampung dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan prioritas penganggaran pada tahun berikutnya.

“Ke depan, berbagai masukan dan usulan pembangunan infrastruktur maupun penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) dari Kecamatan Teluk Batang akan kami tampung dan menjadi bagian dari prioritas penganggaran pada tahun berikutnya,” kata Ria Norsan.

Melalui pendekatan ini, pembangunan yang dijalankan diharapkan tidak lagi berdasarkan asumsi, melainkan berdasarkan data dan kebutuhan riil yang disuarakan langsung oleh masyarakat. GMD menjadi instrumen untuk mempererat hubungan pemerintah dan warga sekaligus menggali potensi daerah agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: tkppontianak.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top