PONTIANAK — Perang tarif layanan transportasi online di Kalimantan Barat kian kompetitif setelah platform lokal Kite Antar resmi beroperasi di Kota Pontianak. Aplikasi karya anak daerah ini mengusung skema potongan biaya layanan sebesar 5 persen tanpa biaya tambahan atau biaya siluman yang memberatkan mitra pengemudi dan mitra merchant.
Manajemen PT Kite Antar Teknologi menyebut, dengan potongan tipis tersebut pendapatan pengemudi bisa lebih optimal. Di sisi lain, tarif untuk masyarakat juga lebih murah sehingga menguntungkan kedua belah pihak.
Kehadiran Kite Antar mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Pontianak. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak, Syamsul Akbar, menyatakan dukungannya terhadap platform digital lokal ini.
"Kami mendukung hadirnya Kite Antar. Semoga dapat memudahkan mobilitas dan layanan antar barang bagi masyarakat Kota Pontianak," kata Syamsul Akbar pada peluncuran aplikasi Kite Antar.
Manager Operasional PT Kite Antar Teknologi, Yudhiansyah, menjelaskan saat ini Kite Antar sudah berjalan di sejumlah wilayah. Layanan menjangkau Kota Pontianak, Kubu Raya, Singkawang, Pemangkat, Tebas, dan Sambas.
Yudhi, sapaan akrabnya, menegaskan aplikasi ini dikembangkan tim lokal Kalbar. Beberapa wilayah seperti Temajuk, Ketapang, Sintang, bahkan Jakarta dan Bandung telah diminta untuk membuka zona. Namun, manajemen memilih tetap fokus di Kalimantan terlebih dahulu.
Saat ini Kite Antar didukung sekitar 250 mitra pengemudi motor atau mobil. Puluhan merchant juga telah bergabung dalam platform tersebut.
Yudhi menambahkan, jumlah calon pelanggan tercatat sudah lebih dari angka 1.000 orang dan terus meningkat setiap hari. Aplikasi Kite Antar kini sudah tersedia untuk diunduh melalui Play Store dan App Store.