PONTIANAK — Brigjen TNI Purnomosidi menegaskan bahwa keberhasilan program TMMD tidak berhenti pada selesainya pembangunan fisik. Menurutnya, ukuran utama keberhasilan adalah sejauh mana infrastruktur yang dibangun mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang.
"Keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," ujar Danrem dalam keterangan yang diterima di Pontianak.
Program TMMD Regtas Ke-129 yang digarap Kodim 1206/Putussibau ini dipusatkan di dua desa, yakni Desa Ulak Pauk dan Desa Belatung. Sejumlah sasaran pembangunan difokuskan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas ekonomi warga di kawasan perbatasan.
Dalam kunjungannya, orang nomor satu di Korem 121/Alambhana Wanawai itu meninjau perkembangan pengerjaan sasaran fisik serta berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Ia meminta agar setiap pekerjaan dilaksanakan secara optimal.
"Setiap pekerjaan harus dilaksanakan secara optimal agar hasilnya berkualitas dan mampu mendukung aktivitas masyarakat," tegasnya.
Di sela-sela peninjauan, Danrem juga menyerahkan tali asih kepada warga. Pemberian ini disebut sebagai bentuk kepedulian TNI sekaligus upaya memperkuat kemanunggalan antara aparat dan rakyat di wilayah perbatasan.
"Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, kami berharap hasil pembangunan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," pungkas Purnomosidi.
Kehadiran Danrem di tengah lokasi pengerjaan diharapkan mampu menambah semangat personel Satgas yang bertugas di lapangan. Program TMMD sendiri merupakan agenda rutin TNI yang bertujuan mempercepat pembangunan di daerah tertinggal, termasuk wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.