KUBU RAYA — Ketua TP PKK Kalbar Erlina Norsan meminta jajarannya untuk tidak sekadar menjalankan program seremonial. Ia menekankan bahwa setiap aktivitas PKK harus berdampak langsung pada penguatan keluarga di tingkat akar rumput.
"Seluruh aktivitas dan program yang kita jalankan harus benar-benar kembali pada esensi gerakan, yaitu memberdayakan keluarga sebagai titik awal pembangunan bangsa," kata Erlina, Rabu.
Menurut Erlina, PKK memiliki jaringan kelembagaan yang masif hingga ke desa dan kelurahan. Posisi strategis ini memungkinkan kader menjangkau keluarga secara langsung.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kapasitas kader. Bukan hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan kepemimpinan agar mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
"Kualitas kelembagaan dan sumber daya manusia yang sangat besar tersebut harus terus diperkuat baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun kepemimpinan agar mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan keluarga dan masyarakat," ujarnya.
Erlina menilai pelaksanaan 10 program pokok PKK selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri. Ia meminta agar program-program tersebut saling mendukung dan memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup keluarga.
Ia juga mendorong penguatan kemitraan dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan. Tujuannya, memperluas dampak program pemberdayaan keluarga di berbagai bidang.
Gubernur Kalbar Ria Norsan yang hadir dalam kesempatan tersebut mengingatkan pentingnya semangat gotong royong. Menurutnya, kekuatan terbesar bangsa Indonesia sejak dulu adalah gotong royong.
"Kalau kita renungkan bersama, salah satu kekuatan terbesar bangsa Indonesia sejak dahulu adalah semangat gotong royong. Berkat semangat itulah berbagai tantangan dapat kita lalui dan dengan semangat yang sama pula kita membangun masa depan bangsa," katanya.
Ria menekankan bahwa pembangunan daerah bukan hanya tugas pemerintah. Partisipasi masyarakat melalui kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kerukunan, dan aktif dalam kegiatan sosial sangat dibutuhkan.
Bupati Kubu Raya Sujiwo memberikan contoh konkret penerapan gotong royong dalam pemerintahan. Ia menyebut persoalan rumah tidak layak huni di bantaran Sungai Kapuas yang terkendala status kepemilikan lahan dan kawasan jalur hijau.
"Gotong royong bukan hanya bicara tentang membersihkan jalan raya, selokan, atau sungai, tetapi juga dapat kita ejawantah dalam kinerja pemerintahan," katanya.
Menurut Sujiwo, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan APBD. Dibutuhkan kolaborasi antara Pemkab Kubu Raya, Pemprov Kalbar, dan berbagai elemen masyarakat agar pembangunan bisa menjangkau kelompok yang berada di kantong-kantong kemiskinan.