KALIMANTAN BARAT — Insiden mengerikan terjadi di Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat, pada Sabtu (18/7/2026). Sebuah truk kargo besar dilaporkan hilang kendali dan menyapu bersih antrean kendaraan di jalan raya. Belasan mobil ringsek berantakan, dan satu unit Tesla Cybertruck menjadi korban paling parah: bodinya remuk total, nyaris seperti potongan rangka yang biasa dipajang di pameran otomotif.
Mengutip laporan dari Carscoops, kerusakan Cybertruck sangat ekstrem. Material Ultra-Hard 30X Cold-Rolled Stainless Steel yang digembar-gemborkan sebagai bodi anti-peluru ternyata tidak cukup untuk menahan energi tabrakan dari kendaraan berat berkecepatan tinggi. Benturan keras itu mampu menghancurkan struktur sambungan sasis, membuat pikap listrik itu terbelah menjadi dua bagian.
Ini pelajaran penting: kekuatan material bodi bukan satu-satunya faktor dalam keselamatan. Sambungan sasis dan struktur penyerap benturan justru lebih krusial saat berhadapan dengan dampak ekstrem. Desain monokok Cybertruck yang kaku mungkin unggul dalam tes tabrak standar, tapi tidak dirancang untuk menyerap energi sebesar tabrakan truk kargo.
Meski kerusakan kendaraan tampak seperti adegan film horor, hasilnya justru mengejutkan. Kepolisian Montgomery County melalui akun resmi di platform X mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
"10 orang dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan luka ringan. 3 di antaranya adalah pasien anak-anak," tulis pihak kepolisian. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun struktur mobil hancur, fitur keselamatan pasif seperti kantung udara dan sabuk pengaman bekerja efektif melindungi penumpang.
Laporan awal dari WTOP News menyebut pemicu utama kecelakaan beruntun ini adalah truk besar yang mendadak hilang kendali sebelum menghantam deretan mobil di depannya. Hingga saat ini, tim penyidik masih mendalami penyebab pasti kenapa truk tersebut bisa oleng. Apakah karena rem blong, kesalahan pengemudi, atau faktor teknis lainnya — belum ada kesimpulan final.
Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi semua pengguna jalan, terutama pemilik kendaraan besar: tidak ada teknologi yang bisa menggantikan kewaspadaan dan jarak aman berkendara. Cybertruck mungkin kuat, tapi tetap tidak kebal terhadap hukum fisika.