PONTIANAK — Industri logistik menjadi ladang bisnis yang menjanjikan bagi anak muda di Pontianak. Salah satunya Yoel Abraham, yang memulai usaha sebagai mitra agen Lion Parcel tiga tahun lalu saat masih berstatus mahasiswa.
Keputusan itu diambil karena modal awal yang terjangkau. “Biaya pendaftaran agennya tidak besar, dan jaringan pengirimannya luas karena didukung penerbangan Lion Group. Kiriman jadi cepat,” kata Yoel, Senin (20/7/2026).
Menurut Yoel, peluang pasar di Pontianak cukup besar. Banyak warga mengirim makanan khas seperti kue lapis, kue bingke, lempok durian, dan hekeng yang membutuhkan layanan pengiriman cepat agar produk sampai dengan aman.
Latar belakang pendidikan Yoel bukan di bidang logistik. Ia mengaku belajar dari awal, mulai dari memahami sistem pengiriman hingga mengelola operasional agen. “Untungnya tim Lion Parcel membimbing saya sejak awal. Kalau ada kendala, selalu dibantu sampai tuntas,” jelasnya.
Setelah lulus kuliah, Yoel lebih fokus mengembangkan bisnis. Ia memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pelanggan baru. Hasilnya, jumlah pesanan terus bertambah.
“Saya bersyukur memutuskan memulai bisnis ini sejak masih kuliah. Selain dapat penghasilan, saya dapat pengalaman berharga menghadapi berbagai tantangan,” ujar Yoel.
Tak hanya anak muda, warga senior juga melirik bisnis serupa. Suwandy (47), mitra agen Lion Parcel lainnya di Pontianak, memulai usaha ini setelah bisnis sebelumnya terdampak pandemi COVID-19. Ia tertarik karena proses pendaftaran mudah dan biaya terjangkau.
“Jangkauan pengirimannya luas, bisa dari Pontianak ke seluruh Indonesia. Pelanggan banyak yang repeat order dan jadi pelanggan tetap,” kata Suwandy. Kini, agennya memproses ratusan paket per hari.
Chief Retail Officer Lion Parcel, Febri Andika, mengatakan pihaknya sengaja merancang kemitraan agar mudah diakses berbagai kalangan. “Investasi mulai dari Rp10 juta dengan proses pendaftaran mudah. Kami mendampingi setiap mitra melalui pelatihan dan program pengembangan berkelanjutan,” ujar Febri.