KALIMANTAN BARAT — Kreator teknologi Uwoslab kembali membuat gebrakan di dunia modding PC. Setelah percobaan sebelumnya dengan baterai zinc-carbon 9V gagal total karena sistem mati dalam hitungan detik, ia beralih ke baterai alkaline AA bertegangan lebih tinggi. Alhasil, eksperimen terbarunya menjadi salah satu sistem PC desktop bertenaga baterai alkaline paling stabil yang pernah tercatat.
Awalnya, Uwoslab membeli empat paket baterai AA yang masing-masing berisi 100 sel. Rencana awalnya adalah merangkai 400 baterai dalam konfigurasi paralel-seri. Namun, dalam prosesnya, ia hanya menggunakan 192 baterai yang dibagi ke dalam tiga kotak kayu besar.
Setiap kotak kayu dibuat dengan laser cutting agar presisi menampung 64 sel baterai. Perangkat ini kemudian dilengkapi klip dan bantalan kontak di kedua ujungnya sebagai terminal positif dan negatif. Agar lebih kokoh, seluruh rakitan diperkuat dengan lakban.
PC desktop membutuhkan suplai 12V untuk beroperasi. Uwoslab merangkai delapan baterai alkaline 1,5V secara seri untuk mencapai tegangan tersebut. Baterai yang digunakan adalah tipe "high-drain" merek Pookell, yang memang dirancang untuk memberikan tegangan lebih tinggi meski dengan konsekuensi kapasitas yang lebih rendah.
Yang membedakan eksperimen ini dari pendekatan amatir pada umumnya adalah metode distribusi daya. Uwoslab tidak menggunakan inverter 12V-ke-220V yang tidak efisien. Sebaliknya, ia menghubungkan langsung bank baterai ke papan adaptor DC-to-ATX 12V yang terpasang langsung ke motherboard. Cara ini meminimalkan kehilangan daya di jalur konversi.
PC yang digunakan adalah sistem AM4 tanpa kartu grafis dedicated, kemungkinan besar mengandalkan prosesor seri-G dengan grafis terintegrasi. Menariknya, sistem ini tidak menggunakan penyimpanan internal—semua berjalan dari flash drive USB yang berisi sistem operasi Hannah Montana Linux, distribusi Linux lawas bertema Disney yang baru saja dihidupkan kembali dengan tampilan modern.
Hasil pengujian cukup mencengangkan: sistem langsung booting pada percobaan pertama. Saat menjalani stress test CPU menggunakan stress-ng, prosesor bekerja di angka 98% penggunaan sementara tegangan tetap stabil di 11,95V. Bank baterai sendiri menunjukkan tegangan awal 13V. Uji coba berlangsung selama 30 menit tanpa mati, dan Uwoslab memperkirakan sistem bisa bertahan beberapa jam lagi sebelum tegangan turun drastis.
Meskipun eksperimen ini murni proyek hobi dan tidak praktis untuk penggunaan sehari-hari—mengingat biaya 192 baterai AA yang tidak murah serta efisiensi yang kalah jauh dari baterai lithium-ion—proyek ini membuktikan bahwa prinsip kelistrikan dasar masih sangat relevan. Bagi penggemar modding dan teknisi pemula, ini adalah contoh nyata bagaimana tegangan, arus, dan kapasitas bekerja dalam sistem nyata.
Untuk konsumen awam, pelajaran utamanya sederhana: jangan coba-coba mengganti PSU PC desktop Anda dengan baterai AA. Namun, jika Anda penasaran dengan batas kemampuan komponen PC modern, proyek seperti ini menunjukkan bahwa arsitektur AM4 ternyata cukup toleran terhadap fluktuasi daya—setidaknya selama tegangannya masih dalam batas wajar.