KAI Divre IV Tanjungkarang Ucapkan Terima Kasih ke Polres Way Kanan, Rel Kereta Curian Rp1,46 Miliar Terungkap

Penulis: Pandu Wibisono  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:29:01 WIB
KAI Divre IV Tanjungkarang menyampaikan apresiasi kepada Polres Way Kanan atas pengungkapan kasus pencurian rel kereta api senilai Rp1,46 miliar.

KALIMANTAN BARAT — Manager Humas PT KAI (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menyatakan pengungkapan kasus ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) KAI dan Satuan Reserse Kriminal Polres Way Kanan. Setelah menerima laporan hilangnya rel, kedua pihak langsung melakukan pertukaran informasi dan pendalaman di lapangan hingga berhasil mengidentifikasi serta menangkap para pelaku.

"KAI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Way Kanan atas gerak cepat dan profesionalisme dalam mengungkap kasus pencurian aset perkeretaapian ini," ujar Zaki, Kamis (16/7/2026).

Dua Warga Blambangan Umpu Jadi Tersangka

Polres Way Kanan mengamankan dua tersangka berinisial IS dan RV, warga Desa Tanjung Raja Giham, Kecamatan Blambangan Umpu. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk mencuri, di antaranya tabung gas LPG 3 kilogram, selang las pemotong besi rel, kunci inggris, sarung tangan, meteran, serta potongan rel kereta api.

Zaki menegaskan bahwa prasarana perkeretaapian merupakan objek vital nasional. Setiap tindakan pencurian maupun vandalisme terhadap aset ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

KAI Ancam Tindak Tegas Pelaku Vandalisme

"KAI tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pencurian maupun vandalisme terhadap aset perkeretaapian. Kami akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas setiap pelaku sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegas Zaki.

KAI Divre IV Tanjungkarang juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keamanan aset perkeretaapian. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di sekitar jalur rel maupun fasilitas kereta api.

Menurut Zaki, kolaborasi antara KAI, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan aset negara sekaligus memastikan operasional kereta api tetap berlangsung secara selamat, aman, dan lancar. "Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga keamanan aset perkeretaapian tetap terjaga dan pelayanan transportasi kereta api kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal," tutupnya.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: mediakampung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top