Harga TBS Sawit Kalbar Periode II Juli 2026 Ditetapkan, Petani Kelapa Sawit Umur 10-20 Tahun Terima Rp3.599,27 per Kg

Penulis: Tedy Rustandi  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:29:31 WIB
Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit untuk periode 8-15 Juli 2026 di Kalimantan Barat resmi ditetapkan dengan harga tertinggi Rp3.599,27 per kg untuk tanaman berusia 10-20 tahun.

PONTIANAK — Tim Penetapan Harga TBS Sawit Provinsi Kalimantan Barat merilis angka terbaru untuk periode pembayaran 8-15 Juli 2026. Harga ini menjadi acuan bagi petani sawit di seluruh kabupaten/kota di Kalbar.

Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, harga TBS bervariasi sesuai usia tanaman. Semakin produktif usia sawit, semakin tinggi pula harga yang diterima petani.

Harga TBS Berdasarkan Usia Tanaman

Untuk sawit berumur 3 tahun, harganya ditetapkan Rp2.702,99 per kg. Sawit umur 4 tahun dihargai Rp2.903,74 per kg, dan sawit umur 5 tahun mencapai Rp3.116,59 per kg.

Memasuki usia produktif, harga terus naik. Sawit umur 6 tahun dihargai Rp3.248,78 per kg, umur 7 tahun Rp3.364,98 per kg, dan umur 8 tahun Rp3.459,40 per kg. Sementara sawit umur 9 tahun tembus Rp3.524,51 per kg.

Puncak harga ada di sawit umur 10-20 tahun, yakni Rp3.599,27 per kg. Setelah melewati masa produktif, harga mulai menurun. Sawit umur 21 tahun dihargai Rp3.556,28 per kg, umur 22 tahun Rp3.524,39 per kg, dan umur 23 tahun Rp3.480,17 per kg.

Untuk sawit berumur 24 tahun, harganya Rp3.383,26 per kg, dan umur 25 tahun menjadi Rp3.293,29 per kg.

Harga CPO dan Inti Sawit Juga Dirilis

Tidak hanya TBS, tim penetapan harga juga merilis harga minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit. CPO ditetapkan sebesar Rp15.191,91 per kg, sementara kernel atau inti sawit dihargai Rp13.426,01 per kg.

Indeks K, yang menjadi salah satu indikator dalam perhitungan harga TBS, tercatat sebesar 91,28 persen. Angka ini menunjukkan rasio antara harga TBS terhadap harga CPO dan kernel.

Harga di Lapangan Bisa Berbeda

Perlu dicatat, harga yang dirilis ini merupakan harga acuan resmi dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar. Dalam praktiknya, harga yang diterima petani di tingkat pabrik atau tengkulak bisa berbeda tergantung kondisi pasar setempat dan kualitas TBS.

Petani sawit di Kalbar diimbau untuk terus memantau pengumuman resmi dari dinas terkait setiap periode. Fluktuasi harga CPO global kerap memengaruhi harga TBS di tingkat provinsi.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: infosawit.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top