Dengar Bareng Piala Dunia 2026 di RRI Sanggau, Teman Tuna Netra Bisa Ikut Rasakan Sensasi Pertandingan

Penulis: Pandu Wibisono  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 10:54:32 WIB
Penyandang tuna netra di Sanggau mengikuti laga semifinal Piala Dunia 2026 melalui reportase audio imersif di RRI Sanggau.

SANGGAU — Suara sorak penonton dan teriakan komentator yang memecah malam bukan lagi sekadar cerita dari tetangga bagi para penyandang tuna netra di Sanggau. Kamis dinihari lalu, mereka duduk bersama di RRI Sanggau, larut dalam laga semifinal Piala Dunia 2026, bukan lewat layar televisi, melainkan melalui reportase audio yang detail dan imersif.

Dari Sekadar "Kabar Menang" hingga "Merasa di Lapangan"

Adriansyah, salah satu peserta, mengaku ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti siaran langsung piala dunia. Sebelumnya, ia hanya mendengar cerita dari tetangga yang menonton di televisi. Namun, cerita itu, menurutnya, terasa hambar.

"Mereka cuma bilang ini menang, itu menang. Nah, yang saya hari ini rasakan tuh kayak benar-benar saya ada di lapangannya, bisa saya bayangkan pemainnya bawa bola ke gawang," ujar Adriansyah kepada Suara Kalbar.

Ia menambahkan bahwa sensasi deg-degan saat tim kesayangan nyaris mencetak gol kini bisa ia rasakan sendiri. "Seru, ikut deg-degan apalagi pas mau gol," ungkapnya.

Menghadirkan Kesetaraan Akses untuk Warga Disabilitas

Kegiatan Dengar Bareng ini merupakan inisiatif RRI untuk menjembatani kesenjangan akses bagi warga yang tidak bisa mengikuti tayangan visual. Kepala RRI Entikong dan SP Sanggau, Riswandi, menegaskan bahwa semangat acara ini adalah inklusivitas.

"Semangatnya adalah, kami ingin kebahagiaan menyaksikan piala dunia ini bukan hanya milik beberapa orang saja, tapi untuk kita semua, termasuk teman-teman tuna netra," tutup Riswandi.

Dengan reportase audio yang mendeskripsikan pergerakan pemain, arah bola, dan atmosfer stadion, teman-teman tuna netra di Sanggau kini bisa berbagi kegembiraan yang sama dengan masyarakat lainnya saat pesta sepak bola terbesar di dunia berlangsung.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top