KALIMANTAN BARAT — PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) melihat potensi besar di pasar kendaraan listrik Tanah Air. Setelah sebelumnya fokus pada pembiayaan konvensional, perusahaan kini menyasar pemilik mobil listrik yang membutuhkan dana tunai atau yang ingin membeli unit bekas dengan skema kredit.
Produk pertama adalah pembiayaan multiguna dengan jaminan BPKB mobil listrik. Skema ini memberikan fasilitas dana tunai dengan tenor maksimal 48 bulan. Pemilik mobil listrik bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan konsumtif atau modal usaha tanpa harus menjual kendaraannya.
Produk kedua yang diluncurkan adalah kredit mobil listrik bekas. Langkah ini tergolong strategis. Pasalnya, harga mobil listrik baru yang masih tinggi membuat segmen bekas menjadi alternatif menarik bagi banyak calon pembeli. Dengan adanya opsi pembiayaan dari BFI Finance, transaksi jual-beli mobil listrik bekas diharapkan semakin bergairah.
Rudy Eddywidjaja, Direktur Bisnis BFI Finance, mengatakan pihaknya sengaja memperkenalkan produk ini langsung kepada komunitas pengguna kendaraan listrik. "Kami ingin semakin dekat dengan para pengguna mobil listrik sekaligus memperkenalkan berbagai solusi pembiayaan EV yang dimiliki BFI Finance," ujar Rudy dalam keterangan tertulis yang diterima GridOto.
Komunitas yang menjadi sasaran adalah J5 EVO Indonesia, komunitas resmi pengguna Jaecoo yang berada di bawah naungan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Jaecoo. Pemilihan komunitas ini bukan tanpa alasan. Jaecoo merupakan salah satu merek mobil listrik yang cukup aktif di Indonesia, dan basis penggunanya dinilai representatif untuk menjaring calon konsumen potensial.
Untuk produk pembiayaan multiguna dengan jaminan BPKB, BFI Finance menawarkan tenor hingga 48 bulan. Jangka waktu ini cukup fleksibel bagi pemilik mobil listrik yang ingin mencicil pinjaman dalam jangka menengah. Sayangnya, perusahaan belum merinci kisaran plafon dana yang bisa dicairkan dan suku bunga yang berlaku untuk kedua produk tersebut.
Rudy menambahkan bahwa inisiatif ini diharapkan bisa mengedukasi masyarakat bahwa akses pembiayaan untuk mobil listrik kini lebih mudah dan kompetitif. "Kami berharap inisiatif ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa mobil listrik kini memiliki akses pembiayaan yang mudah, kompetitif, dan sesuai dengan kebutuhan," lanjutnya.
Langkah BFI Finance ini menjadi sinyal positif bagi industri kendaraan listrik di Indonesia. Dengan adanya lembaga pembiayaan non-bank yang mulai serius masuk ke segmen EV, ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir—termasuk pembiayaan bekas—mulai terbentuk lebih lengkap. Konsumen kini punya lebih banyak opsi, tidak hanya dari bank atau multifinance yang sudah lebih dulu bermain di sektor ini.