PONTIANAK — Kawasan Dermaga Rasau Jaya di Kabupaten Kubu Raya selama bertahun-tahun menjadi titik keluhan warga. Stigma kumuh, semrawut, parkir liar, hingga praktik percaloan dan premanisme disebut Bupati Sujiwo sebagai masalah klasik yang membuat pengguna jasa transportasi sungai tidak nyaman.
“Penataannya bukan lagi parsial, tetapi menyeluruh. Dinas Perhubungan, Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan, PUPR, serta OPD lainnya kami libatkan agar kawasan pelabuhan ini benar-benar berubah menjadi lebih baik,” kata Sujiwo saat ditemui di kawasan Dermaga Rasau Jaya, Selasa.
Salah satu sasaran utama penataan adalah kawasan pintu masuk pelabuhan. Pemkab akan membongkar bangunan yang berdiri tidak sesuai peruntukan dan mengalihfungsikan lahan tersebut menjadi area parkir representatif. Sistem parkir juga akan ditata ulang untuk menghilangkan praktik parkir liar yang selama ini meresahkan.
Selain itu, pemerintah daerah mengaspal dan melebarkan jalan, mengecat kawasan, menambah penerangan, serta menata taman di pusat aktivitas ekonomi sekitar dermaga. Sujiwo menegaskan langkah ini bukan sekadar mempercantik wajah pelabuhan, tetapi bagian dari strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penataan Dermaga Rasau Jaya juga menyasar aset-aset pemerintah yang selama ini terbengkalai atau dimanfaatkan tidak sesuai peruntukan. Sujiwo menyebut akan ada penertiban praktik penyewaan aset tanpa dasar hukum yang dinilai sebagai bentuk pungutan liar.
“Aset-aset pemerintah yang terbengkalai maupun dimanfaatkan tidak sesuai peruntukan akan dikembalikan pada fungsinya agar bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah,” tegasnya.
Langkah optimalisasi aset ini tidak berhenti di Dermaga Rasau Jaya. Sujiwo mengatakan kebijakan serupa akan diterapkan pada sejumlah aset milik pemerintah pusat yang telah dihibahkan ke daerah maupun aset pemkab lainnya di seluruh wilayah Kubu Raya.
Pemkab Kubu Raya menargetkan Dermaga Rasau Jaya tidak lagi sekadar menjadi tempat naik-turun penumpang kapal sungai. Melalui penataan ini, pemerintah ingin kawasan tersebut berkembang menjadi pusat perdagangan yang tertib dan mampu menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitarnya.
“Kami berharap Dermaga Rasau Jaya berfungsi sebagai simpul transportasi sungai sekaligus kawasan ekonomi yang representatif, tertib, dan mampu meningkatkan aktivitas perdagangan serta kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata Sujiwo.