OpenAI Bantah Gugatan Apple Soal Pencurian Rahasia Dagang, Sebut Klaim Tak Berdasar

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14:01 WIB
OpenAI menyatakan tidak menemukan bukti yang mendukung gugatan Apple terkait pencurian rahasia dagang.

KALIMANTAN BARAT — Perseteruan antara dua raksasa teknologi, Apple dan OpenAI, memasuki babak baru. Setelah Apple melayangkan gugatan hukum pekan lalu, OpenAI angkat bicara. Mereka secara terbuka meragukan validitas tuduhan tersebut. Kasus ini bermula dari dugaan bahwa sejumlah mantan karyawan Apple yang kini bekerja di OpenAI membawa serta informasi rahasia perusahaan.

Isi Gugatan Apple dan Siapa yang Terlibat

Apple resmi mengajukan gugatan pada Jumat lalu di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California. Dokumen setebal 41 halaman itu berisi serangkaian tuduhan terhadap pimpinan OpenAI, termasuk Chief Hardware Officer Tang Tan. Tan sendiri merupakan veteran Apple yang telah mengabdi selama 24 tahun dan pernah menjabat sebagai wakil presiden desain produk untuk iPhone dan Apple Watch.

Dalam gugatannya, Apple mengklaim bahwa penyelidikan internal mereka menemukan bukti kuat adanya upaya terkoordinasi dari para karyawan OpenAI untuk memperoleh informasi rahasia dan kekayaan intelektual milik Apple. Tuduhan ini disebut-sebut terkait dengan pengembangan produk hardware buatan OpenAI sendiri.

Bantahan Resmi OpenAI: "Kami Tidak Melihat Adanya Bukti"

OpenAI akhirnya memberikan tanggapan spesifik terhadap substansi gugatan tersebut. Dalam pernyataan yang pertama kali dilaporkan oleh jurnalis Bloomberg, Ed Ludlow, OpenAI menyatakan, “Meskipun kami menganggap serius tuduhan ini, kami tidak mengetahui adanya bukti bahwa keluhan ini memiliki dasar.”

Pernyataan itu melanjutkan, “Kami percaya pada persaingan yang sehat dan mengizinkan orang untuk bebas bekerja di mana pun mereka pilih. Kami fokus membangun teknologi inovatif yang memberdayakan semua orang.” Ini adalah pertama kalinya OpenAI berkomentar langsung mengenai isi kasus tersebut.

Sebelumnya, beberapa jam setelah gugatan diajukan, OpenAI sempat mengeluarkan pernyataan awal yang menegaskan tidak tertarik pada teknologi milik perusahaan lain. “Kami tidak tertarik pada rahasia dagang perusahaan lain,” kata juru bicara OpenAI kepada TechCrunch saat itu.

Apa yang Sedang Dikembangkan OpenAI?

Ketegangan antara kedua perusahaan ini tidak lepas dari indikasi bahwa OpenAI tengah menggarap perangkat keras yang berpotensi menjadi pesaing langsung Apple. Laporan Bloomberg pada Selasa lalu menyebutkan bahwa OpenAI sedang mengerjakan speaker pintar nirkabel tanpa layar.

Spekulasi ini semakin kuat setelah OpenAI mengakuisisi startup milik Jony Ive, mantan kepala desain Apple yang legendaris. Akuisisi ini menandai langkah serius OpenAI untuk memasuki ranah hardware, sebuah wilayah yang selama ini menjadi dominasi Apple.

Langkah Selanjutnya

Hingga berita ini diturunkan, TechCrunch telah menghubungi OpenAI untuk meminta komentar lebih lanjut. Belum ada tanggapan tambahan dari pihak pengembang AI tersebut. Sementara itu, proses hukum di pengadilan California diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Bagi pengamat industri, kasus ini menjadi contoh klasik benturan antara etika rekrutmen di Silicon Valley dengan perlindungan kekayaan intelektual. Perusahaan besar seperti Apple seringkali sangat protektif terhadap rahasia dagang mereka, terutama ketika karyawan senior pindah ke kompetitor potensial.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top