Muhammad Farizi Pimpin Karang Taruna Kalbar 2026–2031, Targetkan Bentuk Pengurus hingga Tingkat RT/RW

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 20:58:01 WIB
Muhammad Farizi resmi memimpin Karang Taruna Kalimantan Barat periode 2026–2031 setelah mendapat dukungan bulat dari 12 kabupaten/kota.

PONTIANAK — Seluruh pengurus Karang Taruna dari 12 kabupaten dan kota yang hadir dalam rapat pleno memberikan dukungan bulat kepada Farizi. Tak ada suara menolak atau abstain.

Dalam sambutan perdananya, Farizi langsung menyoroti penguatan organisasi hingga ke level terbawah. Ia berkomitmen membentuk kepengurusan tidak hanya di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, tetapi juga hingga desa, RT, dan RW.

Potensi Desa Jadi Pangkal Program Kerja

Farizi menekankan bahwa program kerja organisasi harus berangkat dari potensi lokal. Menurutnya, setiap desa di Kalimantan Barat punya keunggulan berbeda — mulai dari pertanian, perikanan, hingga UMKM.

“Kalau bisa saya berharap ketua kabupaten/kota lihat potensi yang ada di desa masing-masing. Saya rasa dari bawah akan lebih konkret. Kita lihat di setiap desa apa yang menjadi unggulan,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan ini akan menghasilkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Karang Taruna, kata Farizi, harus menjadi motor penggerak pemberdayaan berbasis kebutuhan riil warga.

Merangkul Semua Suku di Bumi Khatulistiwa

Farizi juga mengajak seluruh kader menjaga persatuan di tengah keberagaman etnis Kalimantan Barat. Ia menegaskan organisasi ini harus inklusif.

“Mari kita sama-sama berjuang menjaga persatuan kita karena di Kalimantan Barat banyak sekali suku. Alhamdulillah di Karang Taruna untuk kepengurusan semua suku akan kami masukkan,” katanya.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kohesi sosial di daerah yang dikenal memiliki pluralitas tinggi.

Pekerjaan Rumah: Kolaborasi dengan Pemda

Setelah TKD, Farizi menyebut kepengurusan tingkat provinsi dan kabupaten/kota sudah terbentuk. Ia menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Tentunya hari ini Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat dan juga kabupaten/kota telah hadir. Banyak pekerjaan rumah yang harus kita jalankan ke depan. Kita harus banyak berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Farizi menambahkan, Karang Taruna akan bersinergi dengan pemerintah untuk kegiatan sosial, pemberdayaan pemuda, pengembangan ekonomi masyarakat, hingga penanganan kebencanaan.

Pengawasan Sosial dari Tingkat RT

Pembentukan pengurus hingga level RT dan RW, menurut Farizi, bukan sekadar formalitas. Jaringan ini diharapkan bisa menjadi pengawas persoalan sosial di masing-masing wilayah.

“Yang pertama adalah kita akan mengurus kepengurusan di provinsi dan juga di kabupaten/kota agar roda organisasi cepat berjalan. Tentunya akan kita bentuk juga sampai ke desa-desa, bahkan hingga tingkat RT dan RW agar menjadi pengawas terhadap persoalan di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.

Terpilihnya Farizi secara aklamasi menjadi momentum kebangkitan Karang Taruna Kalbar. Organisasi kepemudaan ini dituntut aktif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di pelosok desa.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: sekadau.suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top