SINGKAWANG — Kontingen Kota Pontianak mengoleksi total 68 medali, terdiri dari 25 emas, 25 perak, dan 18 perunggu. Capaian itu menempatkan Pontianak di puncak klasemen akhir ajang yang diselenggarakan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalbar tersebut.
Tuan rumah Kota Singkawang harus puas di posisi kedua dengan perolehan 59 medali: 22 emas, 16 perak, dan 21 perunggu. Sementara Kabupaten Kubu Raya menempati peringkat ketiga setelah mengumpulkan 48 medali, terdiri dari 18 emas, 17 perak, dan 13 perunggu.
Forprov II Kalbar diikuti kontingen dari 14 kabupaten/kota dengan sejumlah induk organisasi olahraga (inorga) yang bertanding.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar yang juga Ketua KORMI Kalbar, Harisson, menekankan bahwa dalam olahraga masyarakat, esensi tertinggi bukanlah kemenangan semata. “Melainkan partisipasi, kegembiraan, dan kesehatan. Kita semua adalah pemenang karena telah berhasil menghidupkan semangat olahraga masyarakat di daerah masing-masing,” ujarnya saat menutup Forprov II, Minggu (12/7/2026).
Harisson mengapresiasi seluruh kontingen yang telah menunjukkan semangat sportivitas dan kebersamaan selama kompetisi berlangsung. Ia berharap prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan olahraga masyarakat di wilayah masing-masing.
Ketua KORMI Kota Singkawang, Mubarak Abdullah Babatin, menilai ajang ini bukan sekadar kompetisi memperebutkan medali. “Siapa pun yang menjadi juara bukanlah persoalan utama. Yang terpenting adalah persahabatan tetap terjalin, silaturahmi terus terjaga, dan dua tahun mendatang kita dapat kembali bertemu dalam semangat yang sama,” katanya.
Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Pemkot Singkawang, Dwi Yanti, menyebut Forprov II menjadi wahana memperkuat persatuan masyarakat Kalbar. “Dalam KORMI, esensi utama bukanlah mencari siapa yang tercepat atau terkuat, melainkan bagaimana kita membangun budaya olahraga untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, bugar, gembira, dan penuh semangat,” ungkapnya.