** Karhutla 4 Hektar di Ketapang Meluas, Water Bombing Helikopter Dikerahkan dari Pontianak

Penulis: Ujang Rahmat  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 13:23:02 WIB
Helikopter water bombing dari Pontianak dikerahkan untuk memadamkan karhutla seluas 4 hektare di Ketapang.
**

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, menyatakan seluruh personel masih berjibaku di lokasi. Mereka memadamkan titik api sekaligus melakukan penyekatan agar kobaran tidak merambat.

"Saat ini tim gabungan masih melakukan pemadaman dan upaya memutus perambatan api," kata Yunifar kepada detikKalimantan, Kamis (9/7/2026).

Lahan Gambut Sulit Dipadamkan, Baru 0,6 Hektare Terkendali

Berdasarkan data BPBD, dari total 4 hektare yang terbakar, baru sekitar 0,6 hektare berhasil dipadamkan. Karakteristik lahan gambut membuat bara api bertahan di bawah permukaan, sehingga kebakaran sulit dijinakkan. Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar, pakis, dan akasia.

"Sudah kami kerahkan personel darat sekaligus dukungan helikopter water bombing dari Pontianak," lanjut Yunifar.

Jarak 5 Kilometer dari Permukiman, Warga Belum Terdampak Langsung

Meski kebakaran masih berlangsung, BPBD memastikan api belum mengancam permukiman warga. Lokasi karhutla berjarak sekitar lima kilometer dari kawasan pemukiman. Sumber air tersedia sekitar 20 meter dari titik kebakaran, dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman.

Tim di lapangan juga membuat sekat bakar agar api tidak menjalar ke area lain. Proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meski kobaran di atasnya telah padam.

Satgas Karhutla Dikerahkan Penuh di Tengah Musim Kemarau

Tim Satgas Karhutla Kabupaten Ketapang yang terdiri dari BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, MPA, serta stakeholder terkait terus melakukan pemadaman hingga seluruh titik api benar-benar padam. Upaya ini dilakukan guna mencegah kebakaran kembali meluas di tengah meningkatnya potensi karhutla pada musim kemarau.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top