PONTIANAK — Krisantus Kurniawan menegaskan pentingnya regenerasi di tubuh Gerdayak agar organisasi tidak kehilangan arah. Ia secara terbuka mengingatkan bahwa dirinya tidak akan memimpin selamanya, sehingga kader muda harus segera dipersiapkan.
"Harus ada pengganti-pengganti saya ke depan. Saya tidak akan hidup seribu tahun," ujar Krisantus dalam sambutannya.
Menurut Krisantus, Gerdayak tidak boleh berhenti sebagai organisasi seremonial. Organisasi ini, kata dia, harus mampu mencetak kader yang siap mengisi berbagai peran strategis—baik sebagai aparatur negara maupun tenaga profesional di sektor swasta.
"Gerdayak harus siap menjadi apa pun. Organisasi ini harus menjadi contoh dan melahirkan kader-kader terbaik," tegasnya.
Konferensi yang digelar sehari setelah pembukaan resmi oleh Ria Norsan pada Jumat (3/7/2026) ini menjadi forum konsolidasi sekaligus evaluasi program kerja organisasi. Krisantus berharap forum ini mampu menyusun kebijakan yang selaras dengan pembangunan daerah.
Di tengah derasnya arus modernisasi, Krisantus mengingatkan generasi muda Dayak untuk tidak melupakan akar budaya. Bahasa daerah, tarian tradisional, hingga ritual adat harus terus diwariskan agar tidak punah.
Ia menekankan bahwa Gerdayak harus menjadi garda terdepan dalam pelestarian kearifan lokal sekaligus mitra strategis pemerintah. Sinergi ini mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pelestarian lingkungan.
Wagub menilai Kalimantan Barat memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun kekayaan budaya. Namun, potensi itu hanya bisa dimanfaatkan optimal jika dikelola oleh generasi muda yang kompeten dan berintegritas.
"Gerdayak harus terus menunjukkan integritas, kedisiplinan, dan kualitas dalam setiap kegiatan," pesannya.
Sebagai Ketua Umum, Krisantus berkomitmen memperkuat kelembagaan Gerdayak agar lebih profesional. Ia menargetkan organisasi ini mampu menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Dayak dan Kalbar secara umum.
"Saya akan membimbing dan memimpin Gerdayak sebaik mungkin agar menjadi organisasi yang kuat, bermartabat, dan mampu memberikan kontribusi nyata," tutupnya.
Konferensi Provinsi II ini menjadi momentum bagi Gerdayak untuk memperkuat peran sebagai organisasi induk yang mendukung Dewan Adat Dayak sekaligus perekat kerukunan antar suku dan agama di Kalimantan Barat.