KALIMANTAN BARAT — Pengguna setia OnePlus di Eropa mungkin perlu bersiap. Dalam beberapa pekan terakhir, situs resmi OnePlus di Jerman, Spanyol, dan Prancis menampilkan banner mencolok yang tidak mempromosikan produk mereka sendiri, melainkan kupon diskon dan tautan langsung ke toko Oppo. Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh Cachys Blog via WinFuture.
Banner tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa produk Oppo memberikan “the experience you trust” (pengalaman yang Anda percayai). Perangkat yang disorot meliputi earbud, tablet, dan seri Oppo Find N9. Semua tautan mengarah langsung ke website Oppo, bukan OnePlus.
Dalam pernyataannya, OnePlus menulis (diterjemahkan): “Mencari teknologi baru yang memberikan semua yang Anda harapkan dari perangkat OnePlus? OPPO memiliki kecepatan yang Anda butuhkan dan pengalaman yang Anda percayai.”
Pesan ini secara halus mengakui bahwa OnePlus tidak memiliki produk baru yang ditawarkan di pasar tersebut. Ini bukan sekadar promosi silang, melainkan pengalihan basis pelanggan secara terstruktur.
Langkah ini bukanlah kejutan. Selama beberapa bulan terakhir, OnePlus telah diam-diam mengurangi operasinya di pasar global. Di Amerika Serikat, produk OnePlus sudah ditarik dari rak Best Buy dan digantikan oleh Nothing. Secara resmi, OnePlus juga menyatakan sedang “mengevaluasi” masa depannya di Eropa.
Yang membuat kasus di Jerman, Spanyol, dan Prancis berbeda adalah keterbukaannya. Alih-alih membiarkan brand mati perlahan tanpa pengumuman, OnePlus justru secara aktif mengarahkan pengguna ke Oppo. Ini adalah pengakuan publik bahwa di pasar tersebut, OnePlus sudah tidak lagi menjadi prioritas.
Di Indonesia, baik OnePlus maupun Oppo masih beroperasi secara independen. Namun, pola integrasi ini patut dicermati. Secara korporasi, kedua brand sudah berada di bawah naungan BBK Electronics yang sama. Sistem operasi ColorOS milik Oppo dan OxygenOS milik OnePlus juga sudah menyatu dalam beberapa tahun terakhir.
Meski belum ada tanda-tanda serupa di Indonesia, langkah di Eropa menunjukkan bahwa strategi konsolidasi bisa terjadi kapan saja. Jika OnePlus benar-benar 'dimatikan' di suatu pasar, basis pengguna setianya akan langsung diserap oleh ekosistem Oppo tanpa perlu transisi yang kasar.
Untuk saat ini, pengguna OnePlus di Indonesia masih bisa bernapas lega. Namun, banner di situs Jerman itu adalah pengingat bahwa tidak ada yang abadi di industri ponsel, terutama bagi brand yang pernah menjadi favorit para enthusiast. Keputusan pembelian ke depan mungkin perlu mempertimbangkan seberapa lama dukungan perangkat akan bertahan jika OnePlus memutuskan untuk fokus penuh ke Oppo.