Lebih dari 1.000 Mahasiswa Unand Buka Tabungan Emas, Pegadaian Dorong Investasi Sejak Kuliah

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 21:32:01 WIB
Mahasiswa Universitas Andalas antusias membuka tabungan emas dalam program edukasi keuangan Pegadaian.

KALIMANTAN BARAT — Kegiatan yang digelar di Universitas Andalas, Sumatera Barat, ini mengusung tema "Inovasi Keuangan Digital dan Inklusi Keuangan: Peran Strategis Pegadaian dalam Pemberdayaan Masyarakat". Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi mahasiswa dan calon wisudawan.

Ismail Ilyas menekankan satu prinsip yang ia sebut sebagai 'Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini'. Artinya, anak muda tidak perlu menunggu kaya untuk mulai berinvestasi. Cukup dengan penghasilan pertama, mereka sudah bisa menyisihkan dana darurat, menyusun prioritas pengeluaran, dan memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan jangka panjang.

Kesiapan Finansial Jadi Modal Bersaing di Era Digital

Menurut Ismail, keberhasilan seseorang di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik. Kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kecakapan mengambil keputusan finansial secara bijak menjadi pembeda utama.

"Dunia kerja akan terus bertransformasi seiring pesatnya perkembangan teknologi. Generasi muda wajib menjadi pembelajar sepanjang hayat yang adaptif dan bijak mengelola keuangan," ujar Ismail dalam keterangan tertulis.

Pegadaian melihat literasi keuangan sebagai fondasi agar generasi muda tidak terjebak dalam pola konsumsi berlebihan. Sebaliknya, mereka bisa memanfaatkan penghasilan untuk membangun masa depan yang terukur dan berkelanjutan.

Kolaborasi Industri-Kampus Percepat Inklusi Keuangan

Kerja sama dengan Universitas Andalas menjadi salah satu upaya Pegadaian mengintegrasikan edukasi keuangan dengan pemanfaatan teknologi digital. Forum ini juga memberikan gambaran mengenai transformasi industri jasa keuangan dan kompetensi yang dibutuhkan saat memasuki dunia kerja.

Pegadaian berharap, dengan semakin banyak generasi muda yang memiliki kesiapan finansial sejak dini, mereka bisa berkontribusi memperkuat perekonomian nasional. Budaya investasi dan perencanaan keuangan yang sehat, menurut perusahaan pelat merah ini, harus dimulai sejak usia muda—bukan setelah lulus atau bekerja.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top