KALIMANTAN BARAT — Bocoran terbaru dari CarNewsChina, Sabtu (27/6), menunjukkan BYD sedang menguji coba Atto 2 dengan ubahan signifikan di bagian kaki-kaki. Jika selama ini Atto 2 versi global mengandalkan motor depan, versi terbaru ini justru menempatkan motor listrik di poros belakang. Langkah ini bukan sekadar ganti posisi, melainkan perubahan arsitektur yang berdampak langsung pada karakter berkendara dan ruang kabin.
Dengan motor pindah ke belakang, BYD merombak total sasis Atto 2. Konsekuensinya, jarak sumbu roda bertambah 150 mm menjadi 2.770 mm. Angka ini membuat ruang kaki penumpang belakang jauh lebih lega ketimbang model saat ini yang hanya memiliki sumbu roda 2.620 mm.
Dimensi lain juga ikut membesar. Panjang mobil mencapai 4.665 mm, lebar 1.895 mm, dan tinggi 1.675 mm. Dokumen pemerintah China mengonfirmasi ukuran ini sedikit lebih panjang dan lebar dari pendahulunya. Suspensi depan MacPherson dan belakang multi-link disebut bakal meningkatkan kenyamanan dan stabilitas.
BYD membekali Atto 2 baru ini dengan dua opsi motor listrik belakang: 100 kW dan 120 kW. Angka ini memang lebih rendah dari varian tertinggi Atto 2 global yang menggendong motor depan 130 kW atau 150 kW. Namun, efisiensi dan handling justru diyakini lebih baik berkat torsi yang langsung bekerja di roda belakang.
Untuk urusan baterai, belum ada teknologi pengisian ultra cepat. Paket baterai LFP yang ditawarkan masih 42 kWh dan 52 kWh. Jarak tempuh berdasarkan standar CLTC masing-masing 410 km dan 505 km. Cukup untuk kebutuhan harian, tapi ketinggalan dari kompetitor yang sudah mengadopsi sistem 800V.
Salah satu kejutan adalah kehadiran opsi LiDAR. Sistem bantuan mengemudi DiPilot 300 dengan dukungan LiDAR ini sudah lebih dulu ditawarkan BYD pada Dolphin dan Seagull di China dengan biaya tambahan sekitar 12.000 yuan (Rp31 jutaan).
Langkah ini membuat Atto 2 unggul dari pesaing seperti Geely EX2, Changan Nevo Q05, atau MG4 Urban yang masih mengandalkan kamera dan radar. Meski begitu, fitur ini baru tersedia sebagai paket opsional, bukan standar di semua varian.
Dari luar, perubahan paling kentara ada di posisi port pengisian daya. Kini letaknya di belakang, persis seperti tutup tangki bensin mobil konvensional. Sebelumnya, port ini berada di spatbor depan. Bumper dan side skirt juga mendapat aksen warna turquoise, meski belum jelas apakah ini paket kosmetik atau sekadar kamuflase uji.
Bagian dalam nyaris tidak berubah. Perbedaan hanya pada lingkar kemudi yang masih mempertahankan logo "Yuan" untuk pasar China, bukan logo BYD seperti versi global. BYD diperkirakan akan memberikan sedikit peningkatan pada model ekspor nantinya.