YBM PLN Kalbar Khitan Gratis 139 Anak di Pontianak hingga Kapuas Hulu, Bantu Ringankan Ekonomi Warga

Penulis: Ramli Siregar  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 21:23:01 WIB
YBM PLN Kalbar menyelenggarakan khitan gratis untuk 139 anak di lima daerah.

PONTIANAK — Sebanyak 139 anak di Kalimantan Barat mendapatkan layanan khitan gratis dalam program yang digelar serentak di lima daerah. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Muharram 1448 Hijriah yang diinisiasi oleh YBM PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat.

Wakil Ketua YBM PLN UID Kalbar Syaiful Imron mengatakan program ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga yang membutuhkan.

Dana Zakat Pegawai PLN Jadi Andalan

Seluruh biaya kegiatan berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari pegawai Muslim PLN. Pemotongan penghasilan sebesar 2,5 persen setiap bulan menjadi sumber utama pendanaan program sosial ini.

"Khitan Sehat Anak Sholeh bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi juga upaya menghadirkan kebahagiaan dan meringankan beban keluarga yang membutuhkan," kata Syaiful di Pontianak.

Ia menambahkan, program ini bisa terus berjalan berkat amanah para muzaki PLN serta kolaborasi dengan Brigeck. Kerja sama tersebut memastikan pelayanan tetap aman dan berkualitas bagi peserta.

Tenaga Medis Profesional dan Pendampingan Penuh

Pelaksanaan khitan melibatkan tenaga medis profesional di lima titik lokasi. Selain tindakan medis, peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan, pendampingan, dan pembagian bingkisan.

General Manager PLN UID Kalbar Maria G.I. Gunawan menyebut kegiatan ini bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui program sosial. "Kami berharap anak-anak memperoleh layanan kesehatan yang baik, sementara keluarga yang membutuhkan dapat terbantu," ujarnya.

Wali Peserta: Kalau Bayar Sendiri Harus Menabung Dulu

Salah seorang wali peserta, Ayu, mengaku terbantu dengan adanya layanan gratis tersebut. Ia mengatakan kondisi ekonomi saat ini cukup sulit, sehingga harus menabung terlebih dahulu jika ingin mengkhitankan anaknya secara mandiri.

"Alhamdulillah kami sangat terbantu. Kalau menggunakan biaya sendiri, kami harus menabung terlebih dahulu karena kondisi ekonomi saat ini cukup sulit," ujar Ayu.

Rangkaian acara juga diisi doa bersama untuk para peserta. Program ini menjadi salah satu bentuk penyaluran dana ZIS yang dihimpun dari pegawai PLN di Kalimantan Barat, yang juga mencakup bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top