PONTIANAK — Tim LCC Empat Pilar SMAN 1 Pontianak yang sempat viral beberapa waktu lalu kini menuai hasil manis. Sepuluh siswa dari sekolah tersebut mendapatkan beasiswa penuh untuk berkuliah di Tiongkok, sebuah capaian yang membuka jalan bagi pendidikan global pelajar Kalimantan Barat.
Kepala SMAN 1 Pontianak membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, popularitas tim LCC Empat Pilar di media sosial menjadi pintu masuk bagi sejumlah universitas di Tiongkok untuk menawarkan program beasiswa.
Tim LCC Empat Pilar SMAN 1 Pontianak sebelumnya menarik perhatian publik luas. Video penampilan mereka di ajang lomba cerdas cermat beredar massal di platform media sosial dan mendapat respons positif dari warganet.
Viralnya video itu tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menarik minat institusi pendidikan asing. Beberapa universitas di Tiongkok kemudian menghubungi pihak sekolah untuk menawarkan program beasiswa penuh bagi para siswa berprestasi tersebut.
Beasiswa penuh yang diraih mencakup biaya pendidikan, akomodasi, dan tunjangan hidup selama masa studi. Kesepuluh siswa tersebut akan menempuh pendidikan di berbagai bidang, sesuai dengan minat dan jurusan yang ditawarkan oleh universitas mitra.
Pihak sekolah menyebut proses seleksi berlangsung ketat. Selain nilai akademik, kemampuan bahasa Inggris dan wawasan kebangsaan menjadi pertimbangan utama para mitra dari Tiongkok.
Capaian ini dinilai sebagai angin segar bagi dunia pendidikan di daerah. Selama ini, akses beasiswa internasional seringkali terpusat di kota-kota besar di Jawa. Prestasi SMAN 1 Pontianak membuktikan bahwa pelajar di luar Jawa juga mampu bersaing di kancah global.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyambut baik pencapaian tersebut. Dinas Pendidikan setempat berencana menjadikan kisah sukses ini sebagai studi kasus untuk mendorong sekolah-sekolah lain agar lebih aktif dalam kompetisi akademik dan membangun jejaring internasional.
Ke depan, pihak sekolah berharap program serupa dapat berlanjut. Mereka juga tengah menjajaki kerja sama dengan universitas di negara lain agar lebih banyak siswa yang mendapatkan kesempatan serupa.