PONTIANAK — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 1.074.293 penerima manfaat. Angka ini setara dengan 35,8 persen dari target nasional 3 juta jiwa yang dicanangkan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalbar, Heronimus Hero, menyebutkan capaian tersebut merupakan akumulasi dari distribusi di 14 kabupaten dan kota. Penerima terbanyak berada di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Sambas.
"Kami terus mempercepat distribusi agar seluruh sasaran dapat terlayani sesuai jadwal," ujar Heronimus dalam keterangan pers, Senin (10/2/2026).
Program MBG nasional menargetkan 82,9 juta penerima di seluruh Indonesia. Untuk Kalbar, alokasi 3 juta jiwa menjadikannya salah satu provinsi prioritas karena angka prevalensi stunting yang masih tinggi.
Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp 15.000 per porsi per hari. Anggaran tersebut mencakup biaya bahan baku, pengolahan, dan distribusi ke sekolah serta posyandu.
Kepala Dinas Pendidikan Kalbar, Yulius Bering, mengklaim program ini mulai berdampak pada peningkatan kehadiran siswa. Beberapa sekolah di daerah terpencil melaporkan kenaikan partisipasi hingga 12 persen sejak MBG berjalan.
"Anak-anak yang sebelumnya sering absen karena tidak sarapan kini rutin datang. Ini sinyal positif untuk kualitas sumber daya manusia ke depan," kata Yulius.
Heronimus mengakui distribusi masih terkendala di daerah perbatasan seperti Kabupaten Bengkayang dan Kapuas Hulu. Medan berat dan jarak tempuh yang panjang menyebabkan biaya logistik lebih tinggi dari rata-rata.
Pemprov Kalbar tengah mengusulkan tambahan anggaran operasional untuk 12 dapur umum di titik-titik terpencil. Usulan tersebut sedang dibahas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Pemerintah menargetkan seluruh 3 juta jiwa penerima di Kalbar terlayani penuh pada akhir triwulan ketiga 2026. Untuk itu, Pemprov akan menambah 40 unit dapur umum baru di kabupaten yang masih kekurangan kapasitas produksi.
"Kami optimistis target tercapai. Dukungan dari pemerintah desa dan puskesmas sangat kunci untuk menjangkau sasaran di tingkat RT," tutup Heronimus.